yo

About Templatezy

Reach Your Dreams!

ig widget

Postingan Terbaru

Showing posts with label Prakarya&Kewirausahaan. Show all posts
Showing posts with label Prakarya&Kewirausahaan. Show all posts

Sunday, March 3, 2019

Bab 8 : PERILAKU KERJA PRESTATIF

March 03, 2019 0 Comments

Pengertian, tujuan, dan manfaat perilaku kerja prestatif

Image result for wirausaha
PERILAKU KERJA PRESTATIF
A. Pengertian Kerja Prestatif
Prestasi adalah hasil yang dicapai dari sesuatu yag telah dilakukan atau dikerjakan. Arti prestatif adalah berprestasi atau ukuranb keberhasilan. Jadi, kerja prestatif dapat diartikan sebagai kerja yang berprestasi.Presatasi yang baik biasanya dapat dicapai oleh seseorang yang menerapkan perilaku kerja prestatif, yaitu seseorang yang selalu ingi mencapai kemajuan bagi dirinya maupun lingkungannya melalui kerja keras.
Kerja keras (work hard) harus diwarnai oleh sikap yang baik dalam bekerja, seperti :

1. Bekerja dengan didasarkan pada kecerdasan dan imajinasi (work with head)
2. Bekerja dengan sepunuh hati (work with heart)
3. Bekerja dengan jujur (work with honest)
4. Bekerja dengan menghargai (work with honour)
5. Bekerja dengan rammah (work with hospitaly)

B. Tujuan Kerja Prestatif 
Tujuan dari kerja prestatif ialah untuk mendukung pencapaian tujuan utama usaha yang dibangun oleh seseorang atau organisasiperusahaan dalam menjalankan fungsinya susuai dengan visi (wawasan dan tujuan masa depan), misi (pelaksanaan tugas) dan tujuan strategisnya.

C. Manfaat perilaku kerja prestatif bagi para wirausahawan terhadap usahanya dan pembangunan bangsa sebagai berikut:
a. Meningkatkan kelancaran proses produksi, distribusi, dan konsumsi.
b. Meningkatkan sikap tanggap terhadap perubahann usaha.
c. Meningkatkan prestasi kerja lebih efektif dan efisien di dalam mengelola usahanya.
d. Meningkatkan prestasi kerja lebih kreatif, inovatif, dan fleksibel.
e. Meningkatkan prestasi kerja secara maksimal dalam usahanya.
f. Meningkatkan kerja keras dan menemukan pemecahan masalah usahanya.
g. Meningkatkan kerja dengan penuh perhatian dan bertanggung jawab.
h. Mendorong untuk mencapai keberhasilan di dalam usahanya.
i. Meningkatkan produktivitas dalam organisasi perusahaan.
j. Meningkatkan komitmen tinggi terhadap pekerjaanya.

D. Prinsip Kerja Prestatif 
Secara umum, yang dimaksud dengan prinsip kerja prestatif adalah bagaimana seseorang menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan memotivasi dirinya untuk mencapai hasil kerja yang sebaik –baiknya.

E. Cara Mencapai Kerja Prestatif 
Untuk mencapai kerja prestatif tersebut, seseorang harus :
1. Mempunyai kekuatan untuk menciptakan kegiatan
2. Mempunyai Pemahaman tujuan pekerjaan
3. Mmepunyai kemampuan/keterampilan untukn mengemban tugas
4. Mempunyai motivasi diri untuk bekerja dengan baik
5. Mempunyai intergritas dan loyalitas
6. Mempunyai ketahanan diri terhadap tekanan psikologis dari beban tiap pekerjaan
7. Mempunyai sikap mudah bekerja sama dengan orang lain 8. Mempunyai rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian

6. Perilaku kerja prestatif ( selalu ingin maju ) meliputi;
a. Kerja keras
b. kerja mawas>< emosional
c. kerja cerdas
d. kerja tuntas
e. kerja ikhlas


PERILAKU KERJA PRESTATIF
Jenis dan perilaku kerja prestatif yang harus diperhatikan oleh para wirausaha untuk mencapai keberhasilan di dalam mengelola usahanya atau bisnisnya antara lain meliputi hal-hal berikut ini:
1. Kerja Ikhlas
Kerja ikhlas adalah bekerja dengan bersungguh-sungguh, dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan dilandasi dengan hati yang tulus. Contoh: Seorang buruh tani yang bekerja dengan upah yang pas-pasan, namun tetap bekerja dengan baik melaksanakan pekerjaan dengan tulus dan semata-mata merupakan pengabdian kepada pekerjaannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarga.
2. Kerja Mawas Terhadap Emosional
Kerja mawas terhadap emosional adalah bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan/kemarahan yang sedang melanda jiwanya. Seorang pemilik perusahaan, di rumah mempunyai masalah dengan keluarganya. Di perusahaannya, ada pegawainya yang melakukan kesalahan. Maka sebagai pemimpin atau pemilik usaha harus dapat membedakan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan. Cara pemecahan masalahnya harus tetap rasional dan tidak emosional.
3. Kerja Cerdas
Kerja cerdas adalah bahwa di dalam bekerja harus pandai memperhitungkan resiko, mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi sehingga dapat mencapai keuntungan yang diharapkan.
Perilaku/sikap cerdas dalam melakukan pekerjaannya menggunakan teknologi yang tepat, menggunakan konsep hitung menghitung, memakai atau menggunakan bahasa global, pandai berkomunikasi dan pandai pula mengelola informasi.
4. Kerja Keras
Kerja keras adalah dalam bekerja kita harus mempunyai sifat mampu kerja atau gila kerja untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai. Mereka dapat memanfaatkan waktu yang optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak serta kesulitan yang dihadapi. Dalam bekerja mereka penuh semangat dan berusaha keras untuk meraih hasil yang baik dan maksimal.
5. Kerja Tuntas
Kerja tuntas adalah di dalam bekerja mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilkan usaha sampai selesai dengan mak

Ciri-ciri seorang wirausahawan menurut Geoffrey g. Meredith yaitu : 
1. Percaya diri adalah situ paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam memulai, melakukan, dan menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan yang di hadapi. Memiliki nilau keyakinan, optimisme, individualisme dan ketidak ketergantungan.
2. Berorientasi pada tugas dan hasil. Wirausahawan adalah yang selalu mengutamakan tugas dan hasil. Slalu mengutamakan prestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan ketabahan, tekat kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energit, serta beriniaiatif. Slalu mendahulukan hasil kerja atau prestasi, tidak malu atau tidak gengsi melakukan pekerjaan. Saat berprestasi tuadak pernah puas dengan hasil, sehingga usahanya semakin maju dan berkembang.
3. Berani mengambil resiko. Setiap wirausahawan memiliki kemauan untuk mengambil resiko karena ingin menjadi pemenang tetapi dengan jalan atau cara yang baik. Dan tidak takut mengambil resiko yang besar karena mereka telah mempertimbangkan atau memperhitungkan akan berhasil dalam mengatasi resiko itu. Wirausaha lebih menyukai usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan.
4. Memiliki jiwa kepemimpinan. Wirausahawan dituntut memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan, dan keteladanan. Dengan menggunakan kemampuan kreativitas dan jnovasi, mereka selalu menampilkan barang dan jasa jasa yang dihasilkannya dengan lebih cepat, lebih dahulu daripada pasar. Slalu menyesuaikan diri dengan organisasi yang dipimpinnya, berpikir terbuka dengan mau mendengar kritik dan saran dari bawahannya. Dan bersifat responsif terhadap masalah masalah yang dihadapi.
5. Berorientasi pada masa depan. Wirausahawan yang berorientasi pada masa depan adalah orang yang memiliki perspektif dan pandangan pada masa depan. Mereka tidak cepat puas dengan keadaan sekarang dan terus menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda slalu tau cara mengembangkan bidang usahanya dimasa depan agar kontinuitasnya tetap terjaga.
6. Keorisinilan. Wirausahawan tidak pernah mau mengekor atau mengikuti pada keberhasilan orang lain, justru menemukan sesuatu yang baru. Mereka selalu kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkan ide ide yang muncul.

Bab 7 : Faktor-faktor penyebab kegagalan dan keberhasilan seseorang berdasarkan karakteristik wirausahawan

March 03, 2019 0 Comments
Faktor-faktor penyebab kegagalan dan keberhasilan seseorang berdasarkan karakteristik wirausahawan

Image result for wirausaha

1. KEBERHASILAN WIRAUSAHAWAN
Untuk menjadi seorang wirausahawan, diperlukan dukungan dari orang lain yang berhubungan dengan bisnis yang kita kelola. Seorang wirausaha harus mau menghadapi tantangan dan resiko yang ada. Resiko dijadikan sebagai pemacu untuk maju, dengan adanya resiko, seorang wirausaha akan semakin maju.
Menurut Murphy dan Peek yang diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausaha dalam
mengembangkan profesinya, yaitu:
a. Kerja keras
Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang sungguh – sungguh dalam usahanya.
b. Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. SEorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
c. Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin
d. Yakin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.
e. Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternative sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.
f. Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha.
g. Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.
h. Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.

2. KEGAGALAN WIRAUSAHAWAN
Penyebab kegagalan dalam usaha pada umumnya disebabkan oleh 4 faktor utama, antara lain:
1. Kurangnya dana untuk modal
2. Kurangnya pengalaman dalam bidang bisnis
3. Tidak adanya perencanaan yang tepat dan matang
4. Tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha yang sedang digeluitinya.
Menurut Alex S. Niti Semito, kegagalan wirausahawan dalam menjalankan bisnisnya
terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Kegagalan yang dapat dihindarkan
Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi, karena pengusaha dapat menghindari dsan dapat diantisipasi sebelumnya.
Misal: salah mengelola perusahaan, tidak ada rencana yang matang, pelayanan yang kurang baik, dll
2. Kegagalan yang tidak dapat dihindarkan
Yaitu kegagalan yang sulit atau hamper tidak dapat dihindari seperti bencana alam,
peperangan, kebakaran, kecelakaan.
Sebab-sebab kegagalan dalam menjalankan usaha:
• Kurang ulet dan cepat putus asa
• Kurang tekun dan kurang teliti
• Tidak jujur dan kurang cekatan
• Kekeliruan dalam memilih lapangan usaha
• Kurang inisiatif dan kurang kreatif
• Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman
• Mengambil kredit tanpa pertimbangan yang matang
• Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen
• Pelayanan yang kurang baik
• Banyaknya piutang ragu – ragu
• Banyaknya pemborosan dan penyimpangan
• Kekeliruan menghitung harga pokok
• Menyamakan perusahaan sebagai badan social
• Sulit memisahkan antara harta pribadi dengan harta perusahaan
• Kemacetan yang sering terjadi
• Kurangnya pengawasan

Bab 6 : Karakteristik wirausahawan

March 03, 2019 0 Comments
Karakteristik wirausahawan

Image result for wirausaha
1. Inisiatif
Seorang wirausaha harus mempunyai inisiatif, yaitu prakarsa atau ikhtiar dalam membuka peluang atau membangun kegiatan yang berguna bagi dirinya dan orang lain.

2. Disiplin
Dalam menjalankan kehidupan dan kegiatan usahanya, wirausahawan dituntut untuk memiliki kedisiplinan. Kedislipinan harus diterapkan dalam berbagai hal, sesuai dengan usaha yang sedang dijalankan.

3. Komitmen Tinggi
Untuk mendukung tercapainya keberhasilan usaha, wirausaha harus mempunyai komitmen yang tinggi terhadap jegiatan usaha yang dijalankannya.

4. Jujur
Sifat jujur adalah perilaku utama yang harus ditonjolkan wirausaha untuk membangun kepercayaan (kredibilitas) dari semua pihak antara lain mitra kerja, kreditor, dan pelanggan.

5. Kreatif dan Inovatif
Wirausaha harus mempunyai kreativitas (daya cipta) yang relatif tinggi, intuisi yang kuat, wawasan yang luas, prakarsa/inisiatif yang relatif tinggi, sehingga mampu menjadi pribadi yang inovatif.

6. Mandiri dan Realistis
Wirausaha harus memiliki sikap hidup mandiri, dinamis, dan dapat memandang kehidupan serta perkembangan bisnis secara realistis. Ia harus memiliki jiwa kepemimpinan dan sikap yang pantang menyerah.
Dengan karakteristik seperti yang diungkapkan diatas, maka seorang wirausaha biasanya mempunyai kemampuan tertentu, antara lain:
• Kemampuan dalam membuka, mencari, menciptakan, dan menggunakan peluang.
• Kemampuan untuk menemukan sesuatu yang baru.
• Kemampuan untuk menyatukan faktor-faktor produksi atau mengorganisasikan perusahaan secara efektif dan efisien
• Kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan bisnis, masyarakat, dan pemerintah
• Kemampuan dalam mengambil keputusan dan meminimalkan risiko
• Kemampuan memanfaatkan fasilitas dan teknologi yang ada
• Kemampuan untuk bersaing dengan pihak lain

Bab 5 : MENGAMATI KEBUDAYAAN, MAKANAN, SERTA KERAJINAN TRADISIONAL

March 03, 2019 0 Comments
CONTOH MENGAMATI KEBUDAYAAN, MAKANAN, SERTA KERAJINAN TRADISIONAL

Image result for mengamati makanan tradisional

Masyarakat Jawa adalah masyarakat yang tinggal dipulau Jawa, dan yang disebut masyarakat Jawa meliputi Jawa Tengah dan Jawa Timur, Jawa Barat tidak ikut serta dalam suku Jawa karena Jawa Barat merupakan suku Sunda. Masyarakat Jawa memiliki banyak sekali hal-hal yang sangat menarik untuk dikaji, diamati, dan dipelajari. Hal-hal tersebut diantaranya yaitu, tradisi, makanan, pakaian, mata pencaharian, teknologi, dan masih banyak lagi yang lainya. Oleh karena itu, penulis mencoba untuk melakukan pengamatan atau observasi dilingkungan penulis sendiri. Meskipun hanya pengamatan sederhana, namun ilmu yang penulis dapatkan sangatlah berharga dan bermanfaat untuk menambah ilmu serta pengalaman penulis dalam hal kebudayaan.
Pada hari Sabtu dan Minggu, 12-13 Desember 2015, penulis melakukan pengamatan-pengamatan sederhana dilingkungan sekitar rumah penulis, yaitu di dsn.Grasak ds.Sulursari kec.Gabus kab.Grobogan. Disana penulis menemukan fenomena bahwa masyarakat ditempat tinggal penulis sudah mulai terpengaruh oleh adanya globalisasi. Masyarakat mulai menjadi modern meskipun mereka tinggal didesa yang jauh dari kota, bahkan memerlukan waktu 1,5 jam untuk sampai di kota kabupaten.
Dibawah ini merupakan tugu simpang lima Purwodadi Grobogan.
 Disana penulis menemukan bahwa banyak sekali perubahan yang terjadi ditengah masyarakat. Mulai dari perubahan tradisi yang dulunya disakralkan sekarang lebih banyak dijadikan sebagai hiburan. Makanan juga mengalami perubahan yang sama, dimana makanan-makanan tradisional mulai tergantikan dengan makanan-makanan dari daerah lain. Pakaian masyarakatpun kini jarang ada yang memakai pakaian tradisional melainkan pakaian ala barat yang mengikuti trend. Untuk mata pencaharian masih didominasi oleh petani dan pedagang, meskirun ada juga yang menjadi pegawai swasta ataupun negri. Selain itu teknologi yang digunakan masyarakat kini lebih modern dan efisien daripada teknologi pada jaman dahulu, meskipun masih banyak juga yang menggunakan teknologi tradisional.
Di bawah ini merupakan beberapa gambaran mengenai hasil observasi yang penulis lakukan di lingkungan tempat tinggal penulis:
Tradisi
Tradisi merupakan kebudayaan yang terdapat didalam setiap kehidupan masyarakat. Tradisi juga dapat dikatakan sebagai identitas suatu masyarakat atau daerah tertentu. Namun seiring berjalanya waktu tradisipun berubah dan mulai tergeser oleh kebudayaan-kebudayaan baru yang datang bersama adanya globalisasi. Seperti halnya tradisi barongan dibulan sura yang diadakan setiap malam jum.at. Namun sekarang tak hanya malam jum.at di bulan sura, melainkan hari-hari biasa dapat kita jumpai barongan-barongan yang berkeliling, bukan untuk tujuan budaya namun bertujuan untuk mencari uang untuk kebutuhan ekonomi mereka.
Barongan yang dulunya digunakan sebagai media penangkal roh jahat, kini beralih fungsi menjadi media hiburan untuk masyarakat dan media untuk mencari nafkah oleh orang-orang tertentu. Barongan yang dulunya disegani dan ditakuti oleh anak-anak bahkan orang dewasa, seakan kehilangan kewibawaanya. Bahkan anak-anak sangat menyukai barongan sebagai teman bermain mereka.
Dibawah ini merupakan barongan ketika masih dianggap sakral dan menjadi media adat istiadat.
Dan dibawah ini adalah barongan ketika berubah fungsi menjadi media hiburan dan alat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut sama halnya dengan tergesernya eksistensi tradisi ataupun adat istiadat budaya jawa. Dimana mulai lunturnya pemaknaan budaya bagi masyarakat jawa itu sendiri. Tradisi adat istiadat yang seharusnya sakral dan menjadi hal yang sangat sensitif, kemudian menjadi suatu kegiatan yang dengan sengaja dilaksanakan untuk kepentingan-kepentingan beberapa orang yang mengatas namakan pelestarian budaya. Tradisi yang saat ini berkembang dan dinikmati oleh masyarakat hanya menjadi hiburan dan rutinitas semata. Dimana tujuan-tujuan awal dilaksanakanya berbagai tradisi tersebut sudah tergeser dengan adanya tujuan-tujuan lain, seperti tujuan ekonomi, wisata, dan lain sebagainya.
Makanan
Makanan merupakan ciri khas suatu daerah. Setiap daerah memiiki makanan khasnya masing-masing. Makanan merupakan bagian dari hasil kebudayaan. Untuk didaerah Grobogan sendiri banyak terdapat masakan khas. Untuk masakan khas Grobogan diantaranya ada nasi jagung sambel gereh, dimana jagung ditumbuk menjadi tepung dan kemudian dimasak menjadi nasi jagung. Lalu nasi jagung tersebut dilengkapi dengan sambel gereh yang tak kalah enaknya. Selain itu ada satu menu makanan yang sangat terkenal di Grobogan yaitu swike. Swike berbahan dasar katak beserta rempah-rempah lainya, dimana seluruh bagian tubuhnya dimasak kecuali kepala dan organ dalamnya.
Masyarakat yang menganut agama islam cenderung menganggap swike tersebut haram. Dengan seiring berjalanya waktu, masyarakat mulai berfikir bagaimana agar masyarakat muslim juga dapat merasakan kenikmatan swike. Oleh karena itu, munculah farian baru dalam penyajian swike, tidak hanya daging katak melainkan juga daging ayam. Dengan begitu masyarakat muslim juga dapat merasakan nikmatnya swike meskipun dengan rasa ayam. Swike dapat dijumpai disetiap warung makan di Grobogan terutama di Purwodadi. Swike juga banyak dihidangkan pada acara-acara keluarga tertentu.
Namun lebih banyak yang menggunakan bahan dasar ayam daripada katak. Selain lebih mudah mendapatkan ayam daripada katak, masyarakat muslim juga lebih memilih ayam. Hal tersebutlah yang menjadi faktor tergesernya katak sebagai bahan dasar swike. Namun demikian, hingga sekarang swike tetap menjadi primadona di lingkungan masyarakat Grobogan meskipun ada masakan-masakan dari luar Grobogan yang masuk, namun swike tetap menjadi pilihan utama.
Disamping merupakan gambaran dari swike ayam yang menjadi farian baru dari adanya swike katak.
Dibawah ini merupakan gambar dari swike katak khas Grobogan.
Dibawah ini merupakan makanan modern yang sangat digemari masyarakat saat ini

Kasus diatas sama halnya dengan makanan-makanan tradisional jawa yang mulai berkurang dan mulai tergantikan dengan makanan-makanan siap saji dari luar yang menjadi primadona dikalangan remaja dan anak-anak. Masyarakat lebih menyukai makanan siap saji seperti mie instan, dan makanan-makanan instan lainya. Masyarakat juga lebih suka pergi ke warung makan modern seperti KFC, kafe, restoran dan sebagainya. Dibandingkan dengan makan diwarung-warung masakan tradisional, yang menurut mereka ketinggalan jaman. Masyarakat lebih menyukai pergi ke tempat modern, hal tersebut juga dipengaruhi dengan adanya gengsi, atau nilai tersendiri bagi mereka. Dimana mereka beranggapan bahwa makan ditempat modern dapat membuat mereka bangga dan lebih percaya diri.
Pakaian
Masyarakat Jawa yang semakin maju dan berkembang pemikiranya mulai mengikuti adanya arus globalisasi. Globalisasi yang membawa perubahan disegala bidang tak luput mempengaruhi masyarakat jawa juga. Untuk cara berpakaian masyarakat mulai terpengaruh dengan adanya modernisasi. Dari yang awalnya masyarakat jawa pada umumnya memakai jarit dan lurik untuk pakaian laki-laki. Jarik dan kebawa untuk perempuan. Namun saat ini masyarakat lebih menyukai kaos dan celana yang menurut mereka lebih praktis dan modern. Kebaya tradisional masih sering digunakan oleh para lansia. Saat ini kebaya hanya digunakan disaat acara-acara tertentu seperti pernikahan, dan acara hajatan lainya. Itupun dengan berbagai variasi dan desain-desain baru yang membuat kebaya menjadi lebih modern. Kebaya yang awalnya merupakan pakaian sehari-hari masyarakat sekarang hanya menjadi pakaian yang digunakan dalam acara-acara tertentu saja. Keberadaan kebaya mulai tergeser dengan adanya baju-baju modern yang terus muncul dengan berbagai model dan desain sesuai dengan trend fashion yang sedang disegani saat itu.
Dibawah ini merupakan pakaian sehari-hari masyarakat jawa sebelum terpengaruh oleh modernisasi.
Dibawah ini merupakan kebaya yang telah terpengaruh oleh modernisasi.
Mode pakaian yang semakin modern merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi berubahnya cara berpakaian masyarakat jawa. Meskipun pakaian adat masih dilestarikan namun eksistensinya tak seperti dulu lagi. Modernisasi dan pola pikir masyarakat yang senantiasa berkembang merupakan faktor utama terjadinya perubahan mode pakaian dikalangan masyarakat jawa. Jadi jawa saat ini merupakan suatu suku bangsa yang semakin berkembang peradaban dan pola pikir serta perilaku masyarakatnya.
Mata pencaharian
Pada zaman dahulu pada umumnya masyarakat jawa bekerja sebagai petani. Masyarakat berkebun dan bercocok tanam sesuai dengan lahan yang mereka garap. Akankah itu sawah tadah hujan, atau lereng gunung, atau lahan-lahan lainya. Selain bertani, untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan mereka melakukan barter atau tukar menukar barang. Namun setelah waktu berjalan, masyarakat mulai melakukan perdagangan. Masyarakat berdagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Didesa saya mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan pedagang dipasar. Sebagian besar masyarakat bertani dan berdagang melanjutkan kerja keras orang tua mereka, dapat disebut turun temurun. Bagi masyarakat yang bekerja sebagai pedagang, mereka pergi kepasar setiap pagi masih petang untuk menjual barang dagangan mereka. Ada sebagian yang telah memiliki kios sendiri dan juga ada yang masih menjajakan daganganya dipinggiran jalan dan kios milik orang lain.
Dibawah ini merupakan gambar warga yang bekerja sebagai petani.
Selain pasar juga terdapat toko-toko modern yang menjual berbagai macam perlengkapan rumah tangga dan perlengkapan sehari-hari. Meskipun tersaingi dengan adanya toko-toko modern, tak mengurangi minat masyarakat untuk berbelanja dipasar. Karena menurut masyarakat belanja dipasar lebih terjangkau dan mudah daripada belanja di toko yang sudah modern. Namun begitu tak sedikit pula masyarakat yang berbelanja di toko modern terlebih para remaja. Mereka lebih suka berbelanja di toko modern dan gengsi kalau harus berbelanja dipasar. Hal tersebut karena mereka beranggapan bahwa pasar itu kotor dan ketinggalan zaman, dibandingkan dengan toko modern yang bersih dan higienis.
Diatas ini merupakan gambar para pedagang di pasar sulursari.
            Selain sebagi petani dan pedagang seperti diatas ada juga masyarakat yang bekerja sebaga wira swasta dan pegawai negri sipil. Mereka adalah masyarakat yang memiliki taraf hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan para petani dan pedagang. Karena jarang sekali ada petani dan pedagang yang mampu menyekolahkan anak mereka menuju perguruan tinggi. Mayoritas anak didesa saya hanya lulusan SMP dan SMA, bahkan ada yang masih lulusan SD dikarenakan anak-anak tersebut sudah malas berfikir dan memilih untuk membantu perekonomian keluarga.
Di atas merupakan gambar toko modern yang ada di Sulursari.
            Namun perubahan adanya toko-toko modern didesa tidak memiliki pengaruh yang begitu besar dibandingkan dengan yang terjadi diperkotaan. Swalayan atau mall akan jauh lebih ramai daripada pasar. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh pola pikir masyarakat kota yang cenderung untuk menuju ke modernisasi. Masyarakat lebih menyukai mall karena lebih baik bangunanya dibandingkn dengan dipasar, selain itu juga disebabkan masyarakat kota malas untuk melakukan tawar menawar dipasar oleh karena itu mereka lebih suka swalayan karena disana harganya pas dan tidak perlu melakukan tawar menawar.
Teknologi
Teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat di saat ini. Kemajuan teknologi memberi pengaruh yang cukup besar dilingkungan hidup masyarakat desa saya. Masyarakat yang awalnya gagap teknologi kini mulai mengerti dan terbantu dengan adanya teknologi tersebut. Teknologi memberi banyak dampak positif bagi masyarakat. Namun selain itu teknologi juga memberikan dampak negatif bagi masyarakat yang tidak bijaksana dalam menggunakan teknologi tersebut.
Teknologi yang penulis amati dalam pengamatan kemarin adalah teknologi dapur masyarakat desa penulis. Masyarakat yang dulunya menggunakan tungku sebagai alat untuk memasak kini mulai tergantikan dengan adanya kompor gas. Kini keseharian masyarakat dalam memasak menggunakan kompor gas. Sebelum adanya kompor gas lebih dulu muncul kompor minyak. Namun seiring berjalanya waktu, ketersediaan minyak mulai berkurang dan pemerintah mengeluarkan kebijakan agar masyarakat menggunakan kompor gas agar lebih efisien dan menghemat biaya. Pada awalnya masyarakat menolak dengan adanya kompor gas karena menurut mereka kompor gas sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan. Namun dengan adanya sosialisasi-sosialisasi dan penyuluhan secara terus-menerus dari pemerintah, akhirnya masyarakat mulai menerima dan sekarang masyarakat merasakan manfaatnya. Meskipun masyarakat telah memakai kompor gas, mereka tetap menggunakan tungku (pawon) untuk memasak acara-acara besar, seperti hajatan, perkawinan, lebaran, dan masih banyak lagi yang lainya.
               
Tungku (pawon)                                                         kompor gas
            Selain kemajuan teknologi dibidang peralatan dapur, teknologi juga berkembang dalam alat komunikasi. Dimana alat komunikasi merupakan alat yang sangat penting bagi manusia saat ini. Alat komunikasi tersebut dimiliki oleh setiap individu, mulai dari anak kecil, remaja, dewasa, sampai orang tua. Penggunaan alat komunikasi yang sangat vital ini membuat para ilmuan untuk senantiasa mengembangkanya. Mulai dari surat menyurat, kemudian muncul telepon dan kemudian handphone. Handphone atau hp inilah yang kemudian menjadi sorotan utama para ilmuan. Handphone merupakan alat yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari, dimana kita dapat berkomunikasi, mendapatkan informasi, bahkan mendapatkan penghasilan dari handphone. Bahkan menurut para remaja yang penulis amati, mereka mengakatan bahwa lebih baik ketinggalan dompet, daripada handphone mereka yang tertinggal. Hal ini menunjukan bahwa betapa pentingnya handphone bagi diri mereka. Dibawah ini merupakan transformasi handphone, dari yang jadul dan kemudian menjadi lebih modern.
 Kemajuan teknologi memang memberikan dampak positif bagi kehidupan masyrakat. Namun disamping itu dampak negatif akan selalu ada dan berdampingan dengan dampak positif. Oleh karena itu kita harus pandai-pandai dalam menyikapi perubahan-perubahan yang semakin modern dan senantiasa berkembang ini.
  1. Bangunan rumah
Masyarakat jawa selain memiliki berbagai makanan khas, pakaian khas, adat adat istiadat juga memiliki bangunan rumah khas yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat meskipun jumlahnya tidak begitu banyak. Rumah tersebut adalah rumah joglo. Merupakan bangunan rumah khas jawa tengah yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat jawa itu sendiri. Rumah joglo merupakan bangunan yang unik dimana bagian depan rumah tersebut dibiarkan terbuka. Ruangan terbuka tersebut digunakan sebagai ruang penerima tamu. Dimana tamu-tamu apabila berkunjung akan ditempatkan diruang depan. Disamping itu, ruang tengah dijadikan sebagai ruang keluarga. Dimana setiap keluarga yang berkunjung ditempatkan diruang keluarga bukaanya di ruang depan.
Dengan seiring kemajuan zaman bangunan joglo tersebut mengalami perubahan dibidang bangunanya. Namun meskipun berubah bangunan atap yang khas tetap dipertahankan oleh masyarakat yang membangun rumah joglo untuk mereka tempati. Apabila zaman dahulu rumah joglo tembok-temboknya terbuat dari kayu, maka dizaman yang modern ini tembok-tembok rumah joglo telah berbahan semen dan pasir sebagimana bangunan rumah yang banyak ditemui saat ini.
Unggah-ungguh bahasa jawa
Bahasa jawa merupakan bahasa khas masyarakat jawa. Dimana bahasa tersebut hanya terdapat dipulau jawa dan digunakan sebagai bahasa sehari-hari. Suku jawa menjunjung tinggi unggah-ungguh bahasa jawa atau tata cara pengucapan bahasa jawa. Bahasa jawa berbeda dengan bahasa-bahasa lainya, karena dalam bahasa jawa terdapat tingkatan-tingkatan tertentu yang harus diperhatikan pengucapanya dengan memperhatikan lawan bicaranya. Tingkatan bahasa jawa mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi yaitu, ngoko lugu, krama inggil, dan krama alus.  Tata cara pengucapan bahasa jawa sendiri telah ditanamkan sejak kecil oleh kedua orang tua dan keluarga, bahkan pelajaran bahasa jawa menjadi mata pelajaran wajib yang harus dipelajari para siswa mulai dari sekolah dasar sampai dengan menengah atas.
Bahasa jawa memang telah dikenalkan sejak dini, namun masih saja terdapat kesalahan-kesalahan dalam pengucapan tingkatan bahasa tersebut. Banyan dijumpai anak-anak dan remaja yang mengabaikan tingkatan tersebut dan berbahasa senyaman mereka meskipun dengan orang yang lebih tua sekalipun. Apalagi di zaman yang serba modern ini unggah-ungguh bahasa jawa seakan terlupakan dan tak diperhatikan lagi. Bahasa jawa mulai tergeser dengan bahasa indonesia yang dianggap lebih praktis dan dapat dimengerti oleh setiap kalangan, baik tua, muda dan anak-anak sekalipun.
Pergeseran bahasa jawa juga dipengaruhi oleh pendidikan dalam keluarga yang tidak mengedepankan bahasa jawa sebagai bahasa utama. Namun dalam kenyataanya keluarga lebih memilih anak-anak mereka untuk menggunakan bahasa indonesia. Orang tua beranggapan bahwa bahasa indonesia merupakan bahasa yang pas untuk diajarkan kepada anak-anak mereka. Karena mereka berfikir bahwa semakin modern maka bahasa juga harus berubah sesuai modernisasi dan bahasa jawa merupakan bahasa tradisional yang tertinggal.
Meskipun eksistensi unggah-ungguh bahasa jawa mulai tergeser oleh bahasa nasional. Masyarakat berupaya agar bahasa jawa tetap dilestarikan dan tidak hilang begitu sajja dengan adanya modernisasi dan globalisasi. Dengan mengembangkan pelajaran bahasa jawa dan sanggar-sanggar seni jawa, diharapkan dapat membantu menyelamatkan bahasa jawa dari pergeseran modernisasi yang terjadi di era globalisasi ini. Masyarakat juga harus sadar bahwa betapa pentingnya unggah-ungguh bahasa jawa bagi tata krama dan sopan santun para generasi muda suku jawa dimasa depan. Dengan demikian bahasa jawa, adat istiadat jawa dan segala hal yang bersangkutan dengan jawa harus kita lestarikan dan kita jaga bersama-sama. Dengan begitu diharapkan budaya jawa akan tetap berdiri tegap meskipun berada ditengah besarnya arus modernisasi dan globalisasi.

Bab 4 : Stimulasi dan Motivasi Wirausaha

March 03, 2019 0 Comments
Stimulasi dan motivasi wirausaha
Image result for wirausaha

Motivasi dalam wirausaha 
Perkataan motivasi berasal dari Bahasa Inggris yaitu, motivation. Kata asalnya ialah motive.
Motivasi adalah sesuatu yang menggerak dan mengarahkan seseorang dalam tindakan-tindakannya secara negatif atau positif.
Beberapa pengertian motivasi
1. Motivasi adalah suatu bentuk dorongan pikiran dan hati yang menjadi penggerak utama seseorang, sesebuah keluarga atau organisasi untuk mencapai apa yang diinginkan.
2. Motivasi adalah stimulasi atau semangat akibat rangsangan atau keghairahan terhadap sesuatu yang benar-benar diingini.

Bab 3 : Menjual Produk

March 03, 2019 0 Comments

Cara Menjual Sebuah Produk


Image result for menjual produk

Menjual sebuah produk tidak harus sulit. Pada dasarnya, sebuah program penjualan diartikan dengan apa yang Anda jual, kepada siapa Anda menjualnya, dan bagaimana Anda menjualnya. Selebihnya, penjualan perlu tetap fokus pada detail produk dan pelanggan. Ketika program penjualan berlanjut, Anda tetap perlu memerhatikan tren perubahan dan kebutuhan atau keinginan pelanggan. Dengan mengamati perubahan ini, Anda akan mampu menyesuaikan program penjualan dan menjaganya agar tetap kuat.

Bagian1
Menunjukkan Minat terhadap Produk

  1. 1
    Pelajari produk Anda. [1] Jika Anda bisa menunjukkan pengetahuan dan menjawab pertanyaan yang diajukan pelanggan, mereka akan memahami bahwa Anda sangat peduli dengan produk tersebut. Jika Anda menyadari bahwa produk tersebut berharga, pelanggan kemungkinan akan beranggapan sama.
    • Hal yang sangat penting untuk mengetahui sisi luar dan dalam produk Anda. Jika Anda tidak tahu sesuatu yang ditanyakan pelanggan, coba katakan sesuatu seperti “Saya tidak tahu jawabannya dengan tepat, namun saya akan senang untuk mencari tahu dan segera kembali menemui Anda. Bagaimana caranya saya bisa menghubungi Anda jika saya sudah tahu jawabannya?”
  2. 2
    Tekankan manfaat produk pada konsumen. Seperti halnya mendapatkan informasi produk yang baik untuk orang yang tepat, maka penting untuk mengubah karakteristik produk menjadi manfaat. Hal ini memudahkan konsumen untuk mengetahui bagaimana mereka harus membeli produk tersebut. Pikirkan hal-hal seperti: [2]
    • Apakah produk tersebut memudahkan kehidupan pelanggan?
    • Apakah produk tersebut menciptakan sensasi kemewahan?
    • Apakah produk tersebut adalah sesuatu yang bisa dinikmati oleh banyak orang?
    • Apakah produk tersebut adalah sesuatu yang bisa digunakan untuk waktu lama?
  3. 3
    Pastikan produk tersebut telah dijelaskan secara memadai. Jika Anda tidak melakukan penjualan orang ke orang secara langsung, Anda perlu memastikan bahwa informasi produk yang baik disampaikan lewat kemasan produk, produk yang dipromosikan, dan alat-alat pemasaran lain. [3]Bahkan jika Anda menjual produk secara langsung atau membuat promosi, memiliki informasi produk yang bagus pada produk yang dijual akan membantu Anda meyakinkan pelanggan. [4][5]
    • Pastikan semua informasi produk bersifat informatif, benar, dan lengkap.
    • Pastikan bahasa pada kemasan produk dan alat-alat pemasaran jelas, langsung, dan mudah dibaca.
    • Investasikan waktu dan uang untuk memastikan agar produk, kemasan, dan alat-alat pemasaran terlihat bagus—foto berkualitas tinggi, warna yang cerah, dan lain sebagainya.

Bagian2
Menjalin Koneksi dengan Pembeli

  1. 1
    Bagikan rasa cinta Anda terhadap produk. [6][7]Penjual yang baik mencintai produk yang dijual dan membagi minat ini dengan pelanggan. Ada sejumlah cara untuk menunjukkan rasa cinta terhadap produk Anda.
    • Jangan abaikan bahasa tubuh dan nada suara. Anda akan menunjukkan energi dan minat jika membicarakan produk dengan jelas dan menunjukkan ekspresi ketika membahasnya. Sebaliknya, jika Anda bergumam ketika pelanggan bertanya tentang produk Anda atau melipat lengan di dada, Anda terlihat berjarak dan tidak peduli dengan produk tersebut.
    • Bersiaplah untuk mendiskusikan cara menggunakan produk atau bagaimana pelanggan lain yang puas memilikinya. Cerita-cerita spesifik tentang produk akan menjadi penting bagi pelanggan. Misalnya, jika menjual sampo, Anda bisa mengatakan pada pelanggan seperti ini: “Rambut saya biasanya kusut, namun sejak mulai menggunakan sampo ini, rambut saya menjadi lembut dan lurus seperti sekarang.”
  2. 2
    Antisipasikan motivasi pelanggan. [8]. Anda perlu menjawab pertanyaan apa saja yang diajukan pelanggan tentang produk tersebut, namun lebih penting lagi, Anda perlu mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hal ini menunjukkan kalau Anda memahami kebutuhan pelanggan. Pastikan Anda bisa terhubung dengan pelanggan secara emosional dengan fokus pada kebutuhan-kebutuhan tersebut. [9]
    • Pikirkan tipe pelanggan. Apa yang memotivasi mereka? Kebutuhan apa yang dimiliki pelanggan? Apakah mereka masih muda? Lajang? Kaya? Apakah mereka memiliki keluarga?
    • Jika Anda sudah memiliki gambaran tentang pelanggan, pikirkan bagaimana produk Anda bisa membantu memenuhi kebutuhan mereka atau mencapai keinginan mereka.
  3. 3
    Berlatihlah untuk mencairkan suasana dengan pelanggan. Jika Anda melakukan penjualan langsung, cara Anda terhubung dengan orang lain adalah hal yang penting. Daripada menanyakan pertanyaan tertutup ”Bisa saya bantu?,” tanyakan pertanyaan yang lebih terbuka dan positif seperti “Apakah Anda mencari sesuatu untuk diri sendiri? Atau apakah mencari hadiah untuk orang yang spesial? [10] Selain itu, bersiaplah untuk memberi komentar tentang produk yang akan menarik perhatian pelanggan dan mulailah percakapan yang lebih dalam. Misalnya, jika Anda berbisnis pakaian, Anda bisa berkata: “Anda tahu tidak, pesta kostum sweter unik saat Natal sangat populer sekarang. Apakah Anda pernah ikut pesta seperti itu?”
  4. 4
    Ubahlah motivasi pelanggan menjadi karakteristik produk. Dalam pemasaran, hal ini dikenal sebagai “pemosisian”, yaitu menghubungkan produk dengan harapan dan keinginan pelanggan. Sejumlah faktor menjadi penting ketika memosisikan produk: [11]:
    • Posisikan produk dalam rangkaian pemasaran yang bisa dicapai. Jangan menjual produk terlalu tinggi atau terlalu rendah sehubungan dengan harga yang bisa dijangkau dan kemewahan.
    • Posisikan fakta tentang produk menurut orang yang Anda inginkan untuk membeli produk Anda. Anda mungkin memiliki sedikit fakta yang berbeda, namun ini tergantung pada kemampuan Anda untuk mengenali yang mana dari fakta-fakta ini yang terbaik untuk ditunjukkan untuk tiap-tiap penjualan.
    • Jangan memanipulasi fakta atau berbohong mentah-mentah. Pemosisian produk adalah tentang persepsi, bukan penipuan.
    • Posisikan fakta sehingga melebihi produk itu sendiri. Ini berarti nilai positif yang diinginkan yang berhubungan dengan produk adalah apa yang dijual. Perusahaan yang melebihkan fakta misalnya adalah Coca Cola, Apple, dan berbagai barang dan label desainer. Pikirkan bagaimana produk akan berhubungan dengan gaya hidup atau nilai pelanggan dan bukan hanya sekadar menyajikan fungsi.
    • Misalnya, jika Anda mencoba menjual minivan yang relatif mahal pada orang tua yang kaya, Anda bisa menyebutkan karakteristik kemewahannya. Lakukan hal ini dengan berkata: “Lihatlah dekorasi kayunya—sangat indah. Dan kursi berbahan kulit yang lembut itu--sangat nyaman. Ini semua sempurna untuk berkendara saat matahari terbenam.”
    • Namun, jika Anda mencoba menjual minivan yang sama pada sebuah keluarga dengan tiga anak, Anda bisa menekankan karakteristik yang lebih bermanfaat. Misalnya, Anda bisa berkata seperti ini: “Kursi ketiga bisa menambah ruang untuk membawa teman-teman Anda. Kursi tersebut juga bisa dilipat jika Anda membutuhkan ruang untuk menempatkan barang belanjaan, alat olahraga, dan sebagainya. Dan, apakah saya sudah menyebutkan bahwa kantung udara samping dan rem antimacetnya sudah mencapai level standar?”
  5. 5
    Jujurlah dengan produk Anda. Penyuka produk jangka panjang Anda akan muncul jika Anda jujur kepada mereka. Ini berarti bersikap transparan dalam penyampaian informasi produk dan juga mengakui kekurangan pengetahuan atau kesalahan yang Anda perbuat. Jangan takut dengan kejujuran; sikap ini dapat membangun kepercayaan.
    • Jika Anda tidak mampu menjawab pertanyaan pelanggan atau memberikan apa mereka perlukan, tawarkan untuk menindaklanjutinya, segera setelah Anda sanggup.
    • Pastikan pelanggan tahu mereka bisa menemui Anda nantinya jika memiliki pertanyaan atau keluhan.
    • Jika pada akhirnya produk tersebut tidak tepat untuk seorang pelanggan, jujurlah dan bantu pelanggan menemukan apa yang benar-benar dibutuhkannya. [12]Bahkan jika Anda tidak berhasil menciptakan penjualan pada hari ini, kejujuran dan kebaikan hati Anda akan diingat dan bisa berubah menjadi penjualan di kemudian hari.
    • Misalnya, jika Anda menjual mobil sport untuk pelanggan yang memberitahukan Anda bahwa ia memiliki lima anak kecil, di mana ia mengantar mereka ke sekolah setiap hari, Anda bisa berkata sesuatu seperti ini: “Kalau begitu, Anda lebih baik memiliki minivan yang bagus atau SUV. Namun jika Anda mencari kendaraan bekas, datanglah kembali dan bicara dengan saya, saya akan membantu Anda untuk mendapatkan penawaran yang baik.”
  6. 6
    Akhiri penjualan. Ada berbagai model dan cara untuk mengakhiri penjualan, namun salah satu yang paling efektif memiliki singkatan, ABC: “Always Be Closing (Selalu Mengakhiri).”[13] Ketika Anda menegaskan minat pembeli prospektif terhadap produk Anda, ajukan penutupan penjualan percobaan seperti, “Apakah sepertinya ini merupakan produk yang Anda inginkan?” atau “Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah produk ini memenuhi kebutuhan Anda?
  7. 7
    Beri waktu pada pelanggan untuk berpikir. Terlihat sangat memaksa akan menjengkelkan bagi kebanyakan pembeli. [14]Mereka mungkin ingin pulang ke rumah dan melakukan pencarian daring untuk mendapatkan informasi lebih jauh. Biarkan mereka melakukannya dengan mengingat promosi yang Anda lakukan secara antusias dan membantu. Jika Anda bersikap jujur, menolong, memahami, serta antusias, dan informasi yang Anda berikan sesuai dengan apa yang mereka baca secara daring, mereka akan kembali mencari produk Anda.
    • Kadang-kadang, membiarkan pelanggan mengambil inisiatif akan membuahkan hasil. Berikan waktu pada mereka untuk berpikir dan bersikaplah diam saat mereka berpikir. Berikan informasi lebih jauh jika mereka memintanya. [15]
    • Jangan biarkan pelanggan pergi tanpa mengetahui cara untuk menghubungi Anda. Jika Anda bekerja di toko atau situs web, pastikan agar pelanggan tahu cara menemui Anda lagi (apalagi jika Anda berpindah-pindah). Pastikan untuk memberitahukan pelanggan seperti “Saya akan berada di gerai jika Anda memerlukan saya,” atau “mintalah staf pelayanan pelanggan untuk menghubungi saya jika ada pertanyaan.”
    • Anda juga bisa memberikan informasi kontak pada pelanggan sehingga mereka bisa menghubungi Anda jika memiliki pertanyaan atau meminta informasi lebih lanjut. Berikan kartu nama Anda atau informasi kontak lain dan katakan sesuatu seperti: “Hubungi saya kapan saja jika Anda ada pertanyaan dan Anda juga bisa menemukan saya di toko ini pada hari-hari biasa.”
    • Gunakan insting. Jika menurut Anda seorang pelanggan akan membeli, tetap berada di dekatnya tanpa mengganggunya. Anda tentu ingin pelanggan tersebut bisa menemukan Anda dengan cepat. Hal terakhir yang tidak diinginkan tentunya adalah pembeli potensial yang memutuskan pembelian, namun tidak bisa menemukan Anda.
  1. 1
    Kenalilah semua aspek yang ada dalam penjualan akhir produk. Periklanan, promosi, dan pemasaran adalah fungsi-fungsi pendukung untuk penjualan. [16]Menjual adalah tujuan fungsi-fungsi pendukung ini dan staf pelayanan yang baik perlu memiliki pemahaman yang memadai terhadap aspek-aspek ini.
    • Bacalah buku-buku tentang pemasaran. Buku-buku ini akan memberikan informasi tentang berbagai taktik dan teknik periklanan, promosi, dan pemasaran.
  2. 2
    Pasarkan produk Anda.[17][18] Hal yang penting agar informasi produk tersedia dengan berbagai cara sebanyak mungkin. Kini, berbagai penempatan yang potensial telah meningkatkan transaksi yang bagus berkat kemajuan dalam komunikasi. Berikan sebanyak mungkin tempat bagi pembeli potensial untuk mencari tahu produk Anda lebih jauh dengan berbagai cara seperti:
    • Informasi dari mulut ke mulut
    • Iklan (radio, TV, media cetak, surel, media sosial, iklan daring, dan lain sebagainya)
    • Perwakilan penjualan
    • Pameran perdagangan
    • Konferensi
    • Penjualan lewat telepon
    • Penempatan produk di bioskop, kegiatan olahraga, dan lain sebagainya.
    • Acara-acara komunitas lokal (misalnya, menyumbangkan produk untuk lelang yang bermanfaat bagi penduduk setempat akan menarik perhatian pada produk dan menjadi sumber penjualan yang baik)
  3. 3
    Evaluasi pelaksanaan penjualan. [19][20] Anda harus menganalisis penjualan secara teratur. Apakah penjualan produk berjalan baik? Apakah stoknya sedikit atau banyak? Apakah menghasilkan keuntungan? Bagaimana penjualan kompetitor? Mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu memaksimalkan penjualan dan menjaga pertumbuhannya agar tetap stabil.
  4. 4
    Cari solusi dalam masalah penjualan, jika perlu. Jika penjualan tidak bagus, Anda perlu mencari pemecahan masalah. Meningkatkan penjualan membutuhkan peninjauan produk, basis pelanggan, dan pemasaran. [21][22]
    • Ubahlah taktik secara berkala. Jika pelanggan mendengar rutinitas penjualan yang sama terus-menerus, atau melihat produk yang sama masuk dan keluar tiap bulan, produk Anda mulai tampak tidak relevan.
    • Pertimbangkan untuk menghapus sebuah produk dari koleksi Anda jika penjualannya tidak bagus. Stok barang bisa dijual dengan harga diskon untuk menghabiskannya.
    • Evaluasilah pasar target dan pertajam fokus penjualan. Pembeli mungkin berubah dan Anda perlu tetap berhubungan dengan mereka, karena kalau tidak mereka akan mencari pasar yang baru.
    • Evaluasi kembali desain produk, distribusi, kemasan, dan lain sebagainya. Menyesuaikan produk dengan pasar target dan strategi penjualan bisa meningkatkan penjualan.
    • Ubahlah harga produk. Dengan mempelajari data penjualan dan penjualan kompetitor, Anda bisa mengetahui apakah harga produk terlalu tinggi atau terlalu rendah.
    • Pastikan produk Anda eksklusif atau tersedia hanya pada waktu terbatas. Kadang-kadang, mengendalikan pasokan barang dengan cara ini akan meningkatkan permintaan dan penjualan. Namun, pastikan taktik ini berjalan dengan strategi penjualan keseluruhan. Jika Anda memasarkan produk yang sempurna untuk penggunaan sehari-hari, maka mungkin tidak akan berhasil jika memasarkannya secara eksklusif.

Social Buttons

Colorful Rose