yo

About Templatezy

Reach Your Dreams!

ig widget

Postingan Terbaru

Showing posts with label Seni Budaya. Show all posts
Showing posts with label Seni Budaya. Show all posts

Sunday, June 16, 2019

Bank Soal Seni Budaya : Semester 2

June 16, 2019 0 Comments
SOAL 2

31. Musik yang secara turun-temurun lahir dari budaya daerah disebut….
a. musik tradisional
b. musik modem
c. musik instrumen
d. musik vokal
e. musik hiburan
Jawaban: a

32. Berikut ini yang termasuk alat musik tradisional Betawi adalah….
a. gambang kromong dan tanjidor
b. kecapi dan kacaping
c. tanjidor dan gendang
d. sampek dan gambang kromong
e. calung dan tanjidor
Jawaban: a

33. Alat musik …. biasanya digunakan untuk mengiring pergelaran wayang kulit.
a. calung
b. tanjidor
c. gong
d. lesung
e. gamelan
Jawaban: e

34. Calung adalah seperangkat alat musik dari bambu dengan nada pentatonis, berlaras slendro dan pelog, cara memainkannya adalah….
a. dipukul
b. dipetik
c. ditekan
d. digoyang
e. ditiup
Jawaban: a

35. Berikut ini fungsi gende dalam musik gamelan, kecuali….
a. sebagai pengiring
b. sebagai pembuka
c. sebagai penutup
d. sebagai penyelaras lagu
e. sebagai penuntun suara
Jawaban: c

36. Musik tradisional yang bukan berasal dari Sulawesi Selatan adalah….
a. gendang
b. kasapi
c. basing bugis
d. popondi
e. kecapi
Jawaban: e

37. Tanjidor merupakan jenis musik yang berasal dari….
a. Betawi
b. Sumatra
c. Jawa Timur
d. Jawa Barat
e. Jawa Tengah
Jawaban: a

38. Rebab merupakan bagian dari alat musik gamelan yang dimainkan dengan cara….
a. dipetik
b. ditabuh
c. dipukul
d. digesek
e. ditiup
Jawaban: d

39. Berikut ini yang bukan termasuk dalam fungsi utama musik tradisional adalah….
a. sebagai media hiburan
b. sebagai media upacara
c. sebagai media penyebaran musik
d. sebagai media ekspresi
e. sebagai media komersial
Jawaban: c

40. Gender adalah alat musik gamelan yang memiliki tiga macam nada (titi laras), yaitu….
a. slendro, panunggul, dan barung
b. slendro, pangkon, dan barung
c. panunggul, slendro, dan pangkon
d. slendro, pelog barung, dan penerus
e. slendro, panunggul, dan pelog barung
Jawaban: e

Bank Soal Seni Budaya : Semester 2

June 16, 2019 0 Comments
SOAL 1

21. Berikut ini unsur-unsur pergelaran karya seni musik, kecuali….
a. materi sajian
b. pemain
c. artis ibu kota
d. sarana
e. penonton
Jawaban: c

22. Kegiatan berkarya musik dengan cara memberi tambahan pada komposisi lagu atau musik sehingga menjadi lebih indah adalah kegiatan….
a. pamphlet
b. not balok
c. aransemen
d. audio
e. visual
Jawaban: c

23. Penyelenggaraan karya seni musik memiliki fungsi sebagai media pengembang bakat, artinya….
a. mampu menjadi ajang kompetisi
b. dalam pergelaran karya musik dapat memperlihatkan bakat-bakat musik, sehingga tidak terpendam dan terwujudkan
c. berbagai hasil karya musik akan mendapat tanggapan dari penontonnya
d. mampu menampilkan berbagai hasil karya seni musik yang dapat didengarkan dan dinikmati para pengunjungnya
e. mampu memberikan motivasi pada para penontonnya untuk ikut berkarya
Jawaban: b

24. Salah satu kegiatan publikasi adalah….
a. penyediaan tempat duduk
b. jumlah penonton
c. keamanan
d. iklan di surat kabar
e. konsumsi
Jawaban: d

25. Berikut ini merupakan hal-hal yang harus dipersiapkan dalam pertunjukan  musik, kecuali….
a. membuat notasi
b. latihan
c. gelada bersih
d. publikasi
e. perlengkapan
Jawaban: a

26. Pada tahap akhir persiapan sebelum pergelaran harus dilakukan geladi bersih, supaya….
a. peserta memiliki kesempatan berkenalan dengan sesame peserta
b. para peserta terbiasa dengan suasana panggung
c. peserta harus mengetahui kostum yang harus digunakan
d. peserta dapat melakukan konsultasi dengan panitia
e. peserta memiliki kesempatan bertukar pikiran mengenai materi pegelaran
Jawaban: b

27. Beberapa hal yang harus dilakukan dalam membuat perencanaan pergelaran seni musik, kecuali….
a. melakukan pembuatan dokumentasi
b. membentuk kepanitiaan
c. menentukan tema dan tujuan pameran
d. menentukan waktu menyelenggarakan pergelaran musik
e. menentukan rencana kegiatan
Jawaban: a

28. Dibawah ini merupakan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan tempat untuk sebuah pergelaran musik, kecuali….
a. sesuai dengan jenis dan bentuk karya musik yang akan disajikan
b. mampu mencapai tujuan diselengarakannya pergelaran musik tersebut
c. mampu memenuhi kegiatan pergelaran musik tersebut
d. sempit dan pengap
e. memenuhi kapasitas penonton sesuai undangan
Jawaban: d

29. Hal-hal yang perlu dituangkan pada sebuah proposal adalah….
a. langkah-langkah kerja
b. tahap persiapan
c. tahap pelaksanaan
d. saran pendukung
e. semua benar
Jawaban: e

30. Contoh tempat pergelaran musik yang dilakukan di dalam ruangan, yaitu….
a. lapangan
b. stadion
c. gedung serbaguna
d. alun-alun
e. pantai
Jawaban: c

Bank Soal Seni Budaya : Semester 1

June 16, 2019 0 Comments
SOAL 1


1. Jenis-jenis benda pakai yang dibuat dengan menggunakan teknik butsir dan cetak, kecuali....
a. cangkir
b. teko
c. gentong
d. asbak
e. meja ukir
Jawaban: e

2. Alat-alat yang diciptakan oleh manusia di zaman prasejarah digunakan untuk....
a. melangsungkan hidup
b. mengakhiri hidup
c. mempertahankan hidup
d. melanjutkan hidup
e. berburu binatang hidup
Jawaban: c

3. Pembuatan karya seni rupa terapan menonjolkan beberapa hal di bawah ini, kecuali...
a. keterampilan
b. kecekatan
c. keuletan tangan
d. kekuatan
e. ketelitian
Jawaban: d

4. Benda-benda seni rupa terapan sering juga disebut dengan...
a. seni pakai
b. seni murni
c. seni kriya
d. seni hias
e. seni terapan
Jawaban: c

5. Orang yang membuat benda-benda kerajinan disebut...
a. pematung
b. pelukis
c. seniman
d. pemahat
e. perajin
Jawaban: e

6. Berikut ini merupakan contoh benda seni rupa terapan yang termasuk benda pakai, kecuali...
a. meja
b. kursi
c. cnagkir
d. mangkuk
e. perajin
Jawaban: e

7. Berikut ini merupakan contoh benda seni rupa terapan yang termasuk benda hiasan, kecuali....
a. hiasan dinding
b. poci
c. guci
d. kaca patri
e. lukisan
Jawaban: b

8. Berikut ini yang termasuk jenis-jenis karya seni rupa terapan, kecuali....
a. kriya anyaman
b. kriya batik
c. kriya ukiran
d. kriya keramik
e. kriya patung
Jawaban: e

9. Berikut ini termasuk bahan lunak yang digunakan untuk benda pakai, kecuali....
a. batu andesit
b. tanah liat
c. plastisin
d. malam
e. bubur kertas
Jawaban: a

10. Manusia telah mengenal benda-benda hasil karya seni rupa terapan sejak zaman....
a. modern
b. prasejarah
c. Orde Baru
d. purba
e. Masehi
Jawaban: b

Bank Soal Seni Budaya : Semester 1

June 16, 2019 0 Comments
SOAL 2

11. Berikut ini termasuk cabang-cabang seni desain dalam karya seni rupa terapan, kecuali....
a. desain produk
b. desain patung
c. desain grafis
d. desain arsitek
e. desain interior
Jawaban: b

12. Perbedaan dan persamaan karya seni rupa terapan diidentifikasi berdasarkan hal berikut ini, kecuali....
a. gagasan
b. media
c. keindahan
d. teknik
e. prosedur
Jawaban: c

13. Contoh bahan lunak apabila dicampur air akan bersifat lunak tetapi hanya sementara dan dalam waktu tertentu akan mengeras kembali adalah....
a. tanah liat
b. plastisin
c. kayu
d. sabun batangan
e. gips
Jawaban: a

14. Contoh bahan lunak yang dapat bertahan lama adalah....
a. tanah liat
b. gips
c. plastisin
d. kayu
e. bubur kertas
Jawaban: b

15. Hiasan dinding dan guci termasuk benda hasil karya seni rupa terapan yang berfungsi....
a. sebagai benda pakai
b. sebagai benda ukiran
c. sebagai benda multifungsi
d. sebagai benda estetis
e. sebagai benda hiasan
Jawaban: e

16. Kegiatan yang berusaha memperoleh peralatan dan benda-benda yang menunjang kegiatan sehari-hari, merupakan kelompok cabang seni desain....
a. grafis
b. produk
c. keramik
d. arsitek
e. interior
Jawaban: b

17. Kegiatan yang berusaha untuk memecahkan kebutuhan media komunikasi masyarakat yang dicetak, merupakan pengertian desain....
a. produk
b. interior
c. arsitek
d. ukiran
e. grafis
Jawaban: e

18. Berikut ini karya seni yang terbuat dari tanah liat, kecuali....
a. gerabah
b. tembikar
c. keramik
d. patung
e. meja
Jawaban: e

19. Bahan yang menjadi alat yang konkret untuk menyatakan gagasan yang bersifat abstrak disebut....
a. media
b. gagasan
c. prosedur
d. teknik
e. ide
Jawaban: a

20. Benda hasil karya seni rupa terapan yang dibuat pertama kali oleh manusia untuk....
a. hiasan
b. kemewahan
c. mempertahankan hidup
d. keindahan
e. keterampilan
Jawaban: c

Sunday, March 3, 2019

Bab 3 : Musik yang Mengiringi Tari

March 03, 2019 0 Comments
ALAT MUSIK YANG MENGIRINGI TARI

Image result for musik yang mengiringi tari
  1. KOMPANG
    Kompang ialah sejenis alat muzik tradisional yang paling popular bagi masyarakat Melayu. Ia tergolong dalam kumpulan alat muzik gendang. Kulit kompang biasanya diperbuat daripada kulit kambing betina, namun mutakhir ini, kulitnya juga diperbuat dari kulit lembu, kerbau malah getah sintetik.
Pada kebiasaannya, seurat rotan akan diselit dari bahagian belakang antara kulit dan bingkai kayu bertujuan menegangkan permukaan kompang, bertujuan menguatkan bunyi kompang. Kini, gelung plastik turut digunakan.
Tterdapat dua bahagian kompang iaitu bahagian muka (ada kulit) dipanggil belulang. manakala, bahagian badan (kayu) dipanggil baluh. Kompang perlu diletakkan penegang atau dipanggil sedak iaitu sejenis rotan yang diletakkan antara belulang dan baluh, sedak ini deletakkan bertujuan untuk menegangkan bahagian belulang dan menyedapkan bunyi kompang apabila dipalu.
Alat muzik ini berasal dari dunia Arab dan dipercayai dibawa masuk ke Tanah Melayu sama ada ketika zaman Kesultanan Melaka oleh pedagang India Muslim, atau melalui Jawa pada abad ke-13 oleh pedagang Arab.
Kompang biasanya berukuran enam belas inci ukur lilit dan ditutup dengan kepingan kulit pada sebelah permukaan. Ia mempunyai bukaan cetek dan dimainkan dengan memegang dengan sebelah tangan sementara dipalu dengan sebelah tangan yang lain.
Cara memalu kompang ialah dengan menepuk kulit kompang dengan bahagian jari-jari atau tapak tangan mengikut rentak. Kompang biasanya dimainkan semasa perarakan, kenduri dan upacara-upacara tradisi lain.
Bunyi yang berlainan dihasilkan dengan membezakan cara bukaan tapak tangan. Bunyi ‘bum’ di perolehi dengan tepukan di sisi kompang dan tapak tangan dikuncup/rapat. Bunyi ‘pak’ di perolehi dengan tepukan di tengah kompang dengan jari tangan yang terbuka.
Paluan kompang terbahagi kepada 2 bahagian iaitu paluan tradisi dan paluan moden ataupun kreatif. Paluan tradisi adalah paluan di mana memukul kompang sambil menyayi ataupun bersyair dalam versi Arab ataupun bahsa Melayu klasik. Manakala paluan moden pula di mana paluan tersebut diselitkan dengan gerakan ataupun tarian. Di Sabah, pertandingan kompang sering diadakan untuk memartabatkan kembali kesenian Melayu yang telah hampir pupus ini.
  1. Darbuka
    Darbuka adalah drum tangan berbentuk seperti jam pasir atau piala yang populer di budaya Timur Tengah. Sering disebut sebagai drum piala, Darbuka menghasilkan suara yang berbeda ketika musisi menyerang mereka dengan telapak tangan atau jari-jari.teknik
Darbuka berbeda dari drum tangan standar dalam bahwa mereka tidak harus dipukul keras oleh telapak tangan untuk menghasilkan suara. Sebaliknya, musisi menggunakan teknik drum ringan dengan telapak tangan dan jari-jari.
  1. JIMBE
    Jimbe adalah alat music perkusi yang sangat populer didunia, jimbe juga dapat dimainkan untuk berbagai kalangan usia dari anak –anak hingga dewasa, ukuran jimbe sangat bervariasi dengan motif dan bentuk ukuran yang berbeda –beda, ada juga yang berukiran. Adapun bunyi yang dihasilkan sangat unik ,bersuara ada yang konstan, ada yang ditabuh hingga bergemuruh, berbunyi tajam, bahkan dapat berbunyi sangat treble dan gaduh yang seolah-olah dapat membangkitkan energi spiritual dari ritual-ritual masa lalu. Membran sebagai sumber bunyinya bisa menggunakan kulit kambing, kerbau ataupun antelop. Teknik merenggangkannya pun khusus, setelah melalui proses pengeringan yang cukup membran atau kulit tersebut diikatkan kencang dengan tali di selingkar badan kayunya.
  2. ARKODION
    Akordion adalah instrumen musik yang milik keluarga buluh instrumen. Akordeon ini bekerja dengan menekan serangkaian tombol dan menyempitkan instrumen. Ada berbagai jenis akordeon tersedia di pasar kualitas harga yang berbeda membentuk murah ke mahal menurut ukuran dan kualitas. Jika Anda berencana untuk membeli akordeon titik utama adalah bahwa Anda merasa nyaman saat bermain itu berarti bahwa pastikan saat Anda sedang bermain itu Anda dapat memainkannya dengan baik cuaca Anda duduk atau berdiri. Anda merasa nyaman dan dapat dengan mudah menarik bellow masuk dan keluar dan ketika Anda mulai untuk bermain pitch yang sempurna sangat penting. Tergantung pada Anda bahwa apa yang Anda ingin dasar penuh dan kecil. Berat sangat penting dalam akordeon. Akordeon ringan umumnya mahal Anda juga mempertimbangkan mana akordeon terbuat dari Italia dan Jerman adalah akordion buatan tangan yang berarti jumlah nada vibrato manis dan baik juga merupakan faktor yang cukup besar dalam akordeon. Para akordion adalah dari tiga bagian utama: • Keyboard Treble itu diposisikan di sisi kanan akordeon. Ini adalah seperti piano keyboard. Jumlah tombol yang berbeda sesuai dengan ukurannya • Keyboard Bass itu adalah pada sisi kiri akordion… Ini adalah kumpulan tombol di baris sesuai dengan catatan. • Para Bellows adalah bagian paling penting dari akordion juga disebut jantung akordeon. Mereka mendorong udara melalui ilalang. Reeds berada di dalam akordeon.
  3. GENDANG BEBANO
    Bebano adalah gendang berbentuk bundar dan pipih. Bingkai berbentuk lingkaran dari kayu yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk berlapis kulit kambing. Kesenian di Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura yang sering memakai rebana adalah musik irama padang pasir, misalnya, gambus, kasidah, zapin melayu dan hadroh.
Di Indonesia, alat musik rebana berkembang menjadi banyak jenis. Biasanya merupakan ciri khas dari kultur budaya daerah tertentu. Jenis alat rebana yang paling umum diantaranya, Rebana Banjar, Rebana Biang, Jidor, Kompang, Marawis, Samroh, Hadroh dan lainnya…
Sebagai contoh, masyarakat di pesisir utara pulau Jawa menyebut Rebana adalah Terbang Banjari. Mereka tidak mengenal Kompang ataupun Biang…Begitu pula masyarakat di wilayah Sunda. Di sana jarang sekali orang yang mengenal Samroh maupun Hadroh…Jadi pengertian alat musik Rebana di setiap daerah bisa saja berbeda bergantung dari kebudayaan asal masing-masing.
Bagi masyarakat Melayu di negeri Pahang, permainan rebana sangat populer, terutamanya di kalangan penduduk di sekitar Sungai Pahang. Jika di Indonesia umumnya Rebana dimainkan untuk lagu-lagu keagamaan dan sarana dakwah, maka tepukan rebana di daerah Melayu biasa mengiringi lagu-lagu tradisional seperti indong-indong, burung kenek-kenek, dan pelanduk-pelanduk. Di Malaysia, selain rebana berukuran biasa, terdapat juga rebana besar yang diberi nama Rebana Ubi, dimainkannya pada hari-hari raya untuk mempertandingkan bunyi dan irama.
  1. GAMBUS
    Gambus merupakan salah satu alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini memiliki fungsi sebagai pengiring tarian zapin dan nyanyian pada waktu diselenggarakan pesta pernikahan atau acara syukuran.Gambus merupakan salah satu alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini memiliki fungsi sebagai pengiring tarian zapin dan nyanyian pada waktu diselenggarakan pesta pernikahan atau acara syukuran.
Alat musik ini identik dengan nyanyian yang bernafaskan Islam. Dalam mengiringi penyanyi, alat musik ini juga diiringi dengan alat musik lain, seperti marwas untuk memperindah irama nyanyian. Bentuknya yang unik seperti bentuk buah labu siam atau labu air (My) menjadikannya mudah dikenal. Alat musik gambus juga dianggap penting dalam nyanyian Ghazal yang berasal dari Timur Tengah pada masa kesultanan Malaka. Kedatangan pedagang-pedagang Timur Tengah pada zaman Kesultanan Melayu Melaka telah membawa budaya masyarakat mereka dan memperkenalkannya kepada masyarakat di Tanah Melayu.
Ada beberapa jenis gambus yang dapat diperoleh di mana saja, terutama di kawasan tanah Melayu. Jenis-jenis tersebut, seperti gambus yang hanya mempunyai tiga senar dan ada juga gambus yang mempunyai 12 senar. Jumlah senar biasanya terpulang pada yang memainkannya. Selain dimainkan secara solo, alat musik ini dapat juga dimainkan secara berkelompok. Alat musik gambus dapat dimainkan di dalam perkumpulan musik-musik tradisional atau modern. Bila dikolaborasi antara alat-alat musik tradisional dengan modern akan menghasilkan irama yang merdu serta mempunyai keunikan tersendiri.
  1. MARWAS
    Marwas adalah salah satu jenis “band tepuk” dengan perkusi sebagaialat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenianTimur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.
Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dariYaman. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan hajir (gendang besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm, dumbuk (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potongkayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau krecek. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu
  1. TAMBUR
    Tambur adalah sejenis alat musik gendang yang besar seperti bedung dan menggunakan stik sebagai pemukulnya
  2. BIOLA
    Biola adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Biola memiliki empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda satu sama lain dengan interval sempurna kelima. Nada yang paling rendah adalah G. Di antara keluarga biola, yaitu dengan viola, cello dan double bass atau kontra bass, biola memiliki nada yang tertinggi. Alat musik dawai yang lainnya, bas, secara teknis masuk ke dalam keluarga viol. Kertas musik untuk biola hampir selalu menggunakan atau ditulis pada kunci G.
Sebuah nama yang lazim dipakai untuk biola ialah fiddle, dan biola seringkali disebut fiddle jika digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional
  1. GENDANG PANJANG
    Gendang Panjang adalah gendang yang terkenal di india dengan nama nhol ini kedua sisinya tertutup oleh kulit binatang dan satu sisinya lebih kecil dari sisi yang lainnya. Gendang panjang selalu si mainkan 2 buah, yaitu induk dengan ukuran yang lebih besar dan anak untuk ukuran yg kecil, gendang ini sering di gunakan pada music silat.
  2. GONG
    Gong adalah alat musik tradisional, alat ini merupakan bagian dari seperangkat alat musik tradisional. Di berbagai daerah juga ada alat sejenis tersebut tetapi mungkin namanya berbeda-beda. Dalam perangkat alat musik tradional tersebut Gong terdiri dari banyak ukuran, untuk laras pelok berbeda dengan yang laras slendro. Salah satu diantaranya adalah yang paling besar selalu dipukul pada pada akhir gending, yang artinya sebagai penutup suatu gending. Selain Gong yang paling besar ada juga gong yang ukurannya sedang, yang ini sering dipakai atau dipajang sendirian diluar pegelaran seni tradisional.
  3. MANDOLIN
    Mandolin merupakan sebuah alat musik petik tradisional yang mempunyai senar dan dimainkan seperti biola. Sering dipakai untuk mengiringi tari rudat dan lagu-lagu tradisional. Alat musik ini dapat dipadukan dengan alat musik lainnya untuk mengiringi lagu tradisional.
Cara main alat musik ini mirip dengan gitar, jumlah senar alat musik ini beda dengan gitar. Alat musik ini berasal dari Italia.

Bab 2 : Jenis dan Fungsi Alat Musik Tradisional

March 03, 2019 0 Comments

Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenis Contoh Musik Tradisional Nusantara di Indonesia

Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenis Contoh Musik Tradisional Nusantara di Indonesia Angklung Udjo


Pengertian Musik Tradisional

Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenis Contoh Musik Tradisional Nusantara di Indonesia Rampak Gendang
indonesiakaya.com
Sebelum masuk pada pengertian musik tradisional, mari kita ulas dulu asal usul kata musik tradisional. Musik bisa didefinisikan sebagai sebuah cetusan pikiran atau ekspresi yang dikeluarkan secara teratur dalam bentuk bunyi.
Asal kata musik berasal dari bahasa Yunani yaitu mousike yang diambil dari nama dewa dalam mitologi Yunani kuno yaitu Mousa yakni yang memimpin seni dan ilmu (Ensiklopedi National Indonesia, 1990 : 413).
Sedangkan tradisional berasa dari kata Traditio (Latin) yang bermakna kebiasaan masyarakat yang sifatnya turun temurun.
Kata tradisional sendiri merupakan sifat yang berarti berpegang teguh terhadap kebiasaan yang turun temurun (Salim dan Salim, 1991 : 1636).
Menurut Sedyawati (1992 : 23) pengertian musik tradisional adalah musik yang dipakai sebagai perwujudan dan nilai budaya yang sesuai dengan tradisi.
Musik tradisional menurut Tumbijo (1977 : 13) adalah suatu seni budaya yang sejak lama turun temurun telah hidup dan berkembang pada daerah tertentu.
Maka bisa dijelaskan bahwa musik tradisional ialah musik masyarakat yang diwariskan secara turun – temurun dan berkelanjutan dalam masyarakat suatu daerah.
Pendapat di atas bisa dijelaskan bahwa pengertian musik tradisional adalah cetusan perasaan atau ekspresi melalui nada atau suara dari alat musik sehingga mengandung lagu atau irama yang diwariskan secara turun temurun dari satu generasi kegenerasi berikutnya.
Menurut Purba (2007:2), musik tradisional tidak berarti bahwa suatu musik dan beragam unsur di dalamnya bersifat kolot, kuno atau ketinggalan zaman. Tetapi musik tradisional adalah musik yang bersifat khas dan mencerminkan kebudayaan suatu etnis atau masyarakat.
Musik tradisional, baik itu kumpulan komposisi, idiom, struktur dan instrumentasinya serta gaya maupun elemen-elemen dasar komposisinya, seperti ritme, modus, melodi atau tangga nada, tidak diambil dari sistem musikal yang berasal dari luar kebudayaan suatu masyarakat pemilik musik yang dimaksud tersebut.
Pengertian Musik tradisional adalah musik yang berakar pada tradisi masyarakat tertentu, maka keberlangsungannya dalam konteks saat ini yaitu upaya pewarisan secara turun temurun masyarakat sebelumnya untuk masyarakat selanjutnya.

Fungsi Musik Tradisional Nusantara

Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenis Contoh Musik Tradisional Nusantara di Indonesia Angklung Saung Udjo
news.indonesiakreatif.net
Secara umum, fungsi musik bagi masyarakat Indonesia antara lain untuk sarana atau media upacara adat budaya (ritual), pengiring tari, media hiburan, media komunikasi, media ekspresi diri dan sarana ekonomi.

1. Sarana upacara adat budaya (ritual)

Musik di Indonesia, biasanya berkaitan erat dengan upacara-upacara kelahiran, kematian, perkawinan serta keagamaan dan kenegaraan.
Pada beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu dipercaya mempunyai kekuatan magis. Oleh sebab itu, instrumen seperti itu digunakan sebagai sarana kegiatan adat istiadat masyarakat.

2. Pengiring Tarian

Di berbagai wilayah di Indonesia, bunyi-bunyian atau musik dibuat oleh masyarakat untuk mengiringi tarian- tarian khas daerah. Oleh karena itu, kebanyakan tarian khas daerah di Indonesia hanya dapat diiringi oleh musik daerahnya sendiri-sendiri.
Selain musik daerah, musik pop dan dangdut juga digunakan untuk mengiringi berbagai tarian modern, seperti poco-poco, dansa dan lain sebagainya.

3. Sarana Hiburan

Dalam hal ini, musik adalah salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas kegiatan harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya. Biasanya masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menonton pagelaran musik.
Jika terdapat pertunjukan musik di daerah mereka, mereka akan langsung berbondong-bondong mendatangi tempat pertunjukan tersebut untuk menonton.

4. Sarana Komunikasi

Di beberapa tempat di Indonesia, bunyi-bunyi tertentu yang mempunyai makna tertentu untuk anggota kelompok masyarakatnya. Biasanya bunyi-bunyian itu mempunyai pola ritme tertentu dan menjadi tanda untuk anggota masyarakatnya atas suatu peristiwa atau kegiatan tertentu.
Alat yang biasa dipakai dalam masyarakat Indonesia yaitu kentongan, lonceng di gereja dan bedug di masjid.

5. Sarana Ekspresi Diri

Bagi para seniman (baik pencipta lagu ataupun pemain musik) musik merupakan media untuk mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya.
Melalui musik juga, mereka mengungkapkan perasaan ataupun emosi, pikiran, gagasan, dan cita-cita tentang diri, masyarakat, dunia dan Tuhan.

6. Sarana Ekonomi

Bagi para musisi dan artis professional, musik tidak saja sekadar berguna sebagai sarana ekspresi dan aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber penghasilan. Mereka merekam hasil karya seni mereka dalam bentuk pita kaset dan cakram padat (Compact Disk/CD) serta menjualnya ke pasaran.
Dari hasil penjualannya tersebut mereka mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dalam hidup. Selain dalam bentuk kaset dan CD, para musisi juga melaksanakan pertunjukan yang dipungut biaya.
Pertunjukannya tidak hanya diselenggarakan di suatu tempat, namun juga dapat diselenggarakan di daerah-daerah lain di Indonesia ataupun luar Indonesia.

Jenis Musik Tradisional Nusantara

Jenis-jenis musik tradisional di Indonesia bisa dibedakan menjadi musik tradisi, musik keroncong, musik perjuangan, musik dangdut dan musik pop.

Contoh Musik Tradisional Nusantara

Berikut ini adalah sebagaian kecil dari contoh musik tradisional nusantara yang ada di Indonesia:
1. Musik Gong Luang
2. Musik Krumpyung
3. Musik Gambang Kromong
4. Musik Laras Madya dan Santi Swara
5. Musik Karang Dodou
6. Musik Huda
7. Musik Goong Renteng

Demikianlah pembahasan kita mengenai pengertian, fungsi dan jenis-jenis contoh musik tradisional yang tersebar di seluruh wilayah nusantara, terbentang luas mulai dari Aceh sampai Papua.
Mari kita jaga dan kita lestarikan warisan budaya bangsa ini, agar tidak diambil oleh negara tetangga dan lainnya. Seperti beberapa kasus yang sudah-sudah, jangan sampai hal itu terulang kembali.
Sekian dan semoga saja artikel tentang musik tradisional ini bisa bermanfaat bagi kamu semua. Jangan lupa share untuk lainnya ya.

Bab 1 : Musik Tradisional

March 03, 2019 0 Comments

Seni Musik Tradisional : Ciri-ciri, Fungsi dan Macam-macamnya

Image result for musik tradisional
Seni Musik Tradisional adalah salah satu macam dari seni musik yang secara turun temurun dan melekat sebagai sarana hiburan di kalangan masyarakat tertentu. Ketika berbicara tentang seni musik tradisional maka kita tidak hanya berbicara tentang musik tradisional Indonesia, karena setiap daerah di suatu negara memiliki ciri khas atau musik tradisional masing-masing yang berkembang karena pengaruh kehidupan di masa lalu atau lain sebagainya.

Pada umumnya, seni musik tradisional disusun atau dibuat berdasarkan gaya, tradisi serta bahasa yang sesuai dengan daerahnya. Untuk itu tidak sulit mengenali dari mana sebuah seni musik tradisional berasal. Misalkan ketika kita mendengar lantunan musik ‘Bubuy Bulan’ maka secara naluriah kita bisa mengenali bahwa musik tersebut berasal dari tanah sunda karena dilantukan dengan bahasa sunda, serta memiliki ciri khas sunda yang sangat kental.
Seni Musik Tradisional
Dilansir dari Ensiklopdi Nasional Indonesia ( 1990 : 413 ) disebutkan bahwa kata musik berasal dari bahasa Yunani  mousike yang diambil dari nama dewa dari mitologi Yunani yaitu Mousa yakni yang memimpin seni dan ilmu. Sedangkan Tradisional berasal dari bahasa latin yaitu Traditio yang artinya kebiasaan masyrakat yang sifatnya turun temurun. Jadi dapat disimpulkan bahawa Seni Musik tradisional adalah sebuah seni musik yang menggambarkan ciri khas dari kalangan masyarakat tertentu secara turun temurun.

Ciri Khas Seni Musik Tradisional

Tentunya terdapat perbedaan antara seni musik tradisional dengan jenis seni musik yang lainnya. Berikut adalah ciri khas dari Seni musik tradisional :
  1. Dipelajari Secara Lisan
Seperti sudah dikatakan sebelumnya bahwa musik tradisional adalah musik yang diwariskan secara turun temurun, oleh karena itu dalam proses pembelajarannya pun terbatas secara lisan. Ketika generasi sebelumnya hendah mewariskan sebuah seni musik tradisional kepada generasi penerusnya, maka yang dilakukan adalah mengajari para generasi muda secara langsung dari mulut ke mulut, begitupun ketika  generasi muda harus mewariskannya kembali kepada generasi mendatang, yang dilakukan adalah pembelajaran secara lisan.
Demikian seterusnya sampai akhirnya kekayaan/warisan turun-temurun berupa seni musik itu dikenal sebagai ciri khas masyarakt terssebut. Bagaimana mungkin dapat menghafal secara lisan tanpa catatan atau apapun? Tentu saja prosesnya tidak mudah dan tidak sebentar, setiap daerah memiliki budaya masing-masing dan pastinya proses pembelajarannya dilakukan secara berkesinambungan atau terus-menerus.
  1. Tidak Memiliki Notasi
Poin ini sangat relevan dengan poin nomor satu, dimana pembelajaran secara lsan membuat para pelakunya tidak memiliki catatan apapun sehingga tidak ada notasi yang tertuang di dalam kertas, partitur atau semacamnya. Dari kedua poin di atas kita harus mengakui kehebatan orang-orang jaman dahulu yang tetap bisa mempertahankan kesenian tradisional tanpa catatan yang seharusnya lebih bisa menunjang pembelajaran dari satu generasi ke generasi lain.
Namun tentu saja tetap ada sisi buruknya, yiatu, jika suatu saat nanti suatu generasi tidak mempau mengajarkan ayau mempertahankan kesenian tradisional mereka, maka sudah bisa dipastikan hal yang telah dipertahankan dari masa ke masa itu bisa punah seketika. Solusinya adalah mulai dibenahi informasi-informasi mengenai sejarah atau seni musik tradisional sehingga kelak siapapun (terlepas dari daerah mana dia berasal) orang akan bisa ikut melestarikannya.
  1. Bersifat Informal
Kebanyakan dari seni musik tradisional yang ada hingga saat ini memiliki fungsi yang tidak begitu serius atau formal, meski memang ada beberapa musik tradisional yang digunakan untuk kegiatan beribadat sebuah suku. Namun kebanyakan bersifat informal karena biasanya disebuah daerah yang menciptakan sebuah musik khas diinisialisasi untuk hiburan atau seni karya yang dapat menghibur masyarakatnya.
  1. Permainannya tidak Terspesialisasi
Pada umumnya, Pemain atau orang-orang yang memainkan musik tradisional biasaya adalah orang-orang yang berasal dari daerah asal musik tradisional tersebut meski tidak menutup kemungkinan orang lainpun dapat memainkannya. Dan biasanya juga orang-orang tersebut tidak hanya mempelajari satu jenis alat musik atau satu jenis musik. Banyak dari mereka yang mampu memainkan bermacam-macam alat musik.  Misalkan seorang sinden biasanya memiliki keterampilan lain selain bernyanyi yaitu memainkan degung, dll.
  1. Syair Lagu Berbahasa Daerah
Pada awal artikel ini sudah disebutkan bahwa seni musik tradisional pada umumnya menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Namun tidak sebatas itu, Seni Musik Tradisional biasanya turut menghadirkan melodi atau alunan musik yang sesuai dengan karakter daerahnya. Seperti Syiar lagu jawa memiliki alunan musik yang mendayu-dayu dan halus seperti karakter kebanyakan orang jawa. Dengan kata lain benar-benar memberikan nuansa kedaerahan.
  1. Lebih Melibatkan Alat Musik daerah
Pada umumnya, lagu-lagu daerah yang merupakan seni musik tradisional dibawakan atau dimainkan dengan alat-alat musik tradisional daerah tersebut. Seperti pagelaran musik sunda dimana penyanyinya membawakan lagu ‘bubuy bulan’ akan diiringi oleh alat musik khas sunda seperti karinding, degung, dll.
  1. Merupakan bagian dari budaya Masyarakat
Musik tradisional benar-benar penggambaran dari kebudayaan atau karakter suatu daerah. Hal itu membuat siapa saja yang mendengarkan musik tradisional dapat menebak dari mana adal daerah musik tradisional tersebut.

Fungsi Musik Tradisional

  1. Sebagai Alat Komunikasi
Sejatinya, musik memang salah satu media komunikasi antara pencipta dengan pendengarnya. Pencipta atau menulis lagu selalu berusaha mengkomunikasikan apa yang dirasakannya atau menyampaikan suatu keadaan kepada pendengarnya. Namun lebih sederhana dari itu, ternyata di beberapa negara terdapat musik atau beberapa nada yang digabungkan secara unik sebagai sebuah pertanda. Contoh yang sering kita temui adalah suara atau bunyi dari lonceng, di Indonesia sendiri, jika di bunyikan di sekolah makan itu berarti saatnya istirahat.
  1. Sebagai Sarana Hiburan
Sudah jelas sekali bahwa kebanyakan musik diciptakan untuk menghibur atau untuk mengiringi suka cita. Musik dapat dimanfaatkan untuk mengalihkan fikiran dari rutinitas sehari-hari. Hal ini kontras sekali terjadi di daerah-daerah. Dimana masyarakat sekitar biasanya rutin menyelenggarakan pertunjukan musik daerah mereka dan lepas dari rutinitas untuk waktu beberapa saat.
  1. Sebagai Musik Pengiring Tarian
Tarian daerah mana yang tidak menggunakan musik sebagai pengiringnya? Rasanya setiap tarian pasti memiliki musik tertentu dan gerakannya didasarkan pada ketukan-ketukan musik yang menggambarkan sebuah makna atau arti tertentu.
  1. Sebagai sarana adat budaya (ritual)
Tidak sedikit dari seni musik tradisional baik di Indonesia maupun di luar negeri yang menggunakan seni musik tradisional mereka untuk sebuah ritual adat. Sebut saja salah satu suku di papua yang selalu membawakan musik tradisional mereka lengkap dengan tariannya ketika menyambut tamu kehormatan.
  1. Sebagai sarana ekomoni
Dibeberapa daerah baik di Indonesia maupun di luar negeri, banyak orang/pemain musik tradisional yang menjadikan permainan musik mereka sebagai usah menyambung hidup atau mata pencaharian. Ada yang mengelolanya secara besar sehingga banyak menampung/menyerap banyak tenaga kerja, adapula yang melakukannya sendiri atau terbatas dengan sebuah kelompok kecil. Meraka akan mendapatkan bayaran dari pihak yang meminta mereka membawakan pertunjukan musik tradisional, biasanya dalam acara-cara kedaerahan atau acara pernikahan, sunatan, dll.
  1. Sarana pengembangan Diri
Yang terakhir adalah sebagai sarana pengembangan diri, rasanya tidak mungkin jika semua orang terlibat dalam proses kreatif pembuatan atau pertunjukan musik tradisional tidak medapatkan hal ini. Selain menambah keterampilan, orang-orang yang bergelut dalam dunia ini biasanya memiliki karakter yang kental akan budaya daerahnya sehingga karakter-karakter atau ciri khas orang di daerah tersebut tidak akan hilang atau tergerus arus globalisasi.

Macam-Macam Musik Tradisional

Setiap negara memiliki musik tradisional masing-masing. Pada artikel ini hanya akan disebutkan beberapa contohnya. Berikut di antaranya :
  1. Musik Tradisional Indonesia, Musik Gong Luang, Musik Krumpyung, Gambang Kromong, Laras Madya dan Santi Swara, Karang Dodou, Musik Huda, Goong rentang, dll.
  2. Musik Tradisional Jepang, Biwa Hoshi, Heike Biwa, Moso dan Biwa.
  3. Musik Tradisional Spanyol, Tango, Brukdown, Samba, Salsa, Bachata, Cha Cha Cha, Reggaeton.
  4. Musik Tradisional Korea, Nongak, Samul Nori, Minyo, Pansori, Arirang, dll.
Dunia ini berwarna dengan segala keanekaragaman bahkan pada musik sekalipun, eksistensi musik tradisional yang mulai tergerus oleh musik modern tidak membuat para pelakunya atau pewarisnya gentar, malah semakin menunjuka bahwa seni musik tradisional tidak hanya dapat unjuk gigi di daerah masing-masing namun dapat mendunia juga. Terbukti dari banyaknya seniman atau pemusik tradisional Indonesia yang menjuarai kompetisi tingkat dunia.
Setelah mengetahui tentang seni musik tradisional serta fungsi dan contohnya, semoga kita semua dapat ikut andil dalam melestarikan seni musik tradisional khususnya Indonesia.

Social Buttons

Colorful Rose