yo

About Templatezy

Reach Your Dreams!

ig widget

Postingan Terbaru

Showing posts with label Sejarah Peminatan. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Peminatan. Show all posts

Sunday, June 16, 2019

Bank Soal Sejarah Minat : Semester 2

June 16, 2019 0 Comments
SOAL 2

Oke, berikut ini contoh soal pilihan ganda Sejarah kelas 10 semester 2, beserta jawabannya. Dimulai dari soal nomor 21 sampai dengan 40.

21. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli memunculkan dugaan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia termasuk rumpun....
a. Melayu Austronesia
b. Yunani
c. Proto Melayu
d. Deutero Melayu
e. Yunan
Jawaban: a

22. Migrasi bangsa Austronesia ke Indonesia pada tahun 500 SM membawa kebudayaan....
a. kapak persegi
b. kapak lonjong
c. tembaga
d. perunggu
e. besi
Jawaban: d

23. Bangsa Proto Melayu menghasilkan kebudayaan....
a. kapak corong dan flakes
b. kapak pendek dan kapak bahu
c. kapak perimbas dan kapak corong
d. kapak persegi  dan kapak lonjong
e. pebble dan hache courte
Jawaban: d

24. Suku bangsa yang merupakan keturunan dari bangsa Proto Melayu adalah.....
a. Dayak, Melayu, dan Batak
b. Dayak, Batak, dan Toraja
c. Melayu, Jawa, dan Minangkabau
d. Batak, Jawa, dan Toraja
e. Jawa, Toraja, dan Minangkabau
Jawaban: b

25. Secara arkeologis, bangsa Deutero Melayu memasuki wilayah Indonesia sejak tahun...
a. 50 SM
b. 100 SM
c. 500 SM
d. 1000 SM
e. 1500 SM
Jawaban: c

26. Di Indonesia yang merupakan keturunan dari bangsa Deutero Melayu adalah....
a. Papua
b. Dayak 
c. Bugis
d. Batak
e. Toraja
Jawaban: c

27. Bangsa Deutero Melayu sudah menghasilkan peralatan yang terbuat dari...
a. tulang
b. logam
c. kayu
d. tanah liat
e. batu
Jawaban: b

28. Bangsa Deutero Melayu telah mengenal teknik pembuatan benda yang menggunakan alat modern dari lilin yang disebut....
a. a cire p[erdue
b. multivalve
c. roda putar
d. monovalve
e. bivalve
Jawaban: a

29. Perhatikan data-data di bawah ini!
1) Berkembang sekitar tahun 500-300 SM
2) Dilakukan pemolesan sebagain
3) Berkembang di Tonkin, di tepi kanan Sungai Merah
4) Dikembangkan oleh bangsa Austronesia
5) Karya yang paling terkenal adalah nekara besar.

Berdasarkan data di atas, data-data yang berkaitan dengan kebudayaan Hoabinh adalah nomor...
a. 1, 2, dan 3
b. 2, 3, dan 4
c. 3, 4, dan 5
d. 1, 3, dan 5
e. 2, 3, dan 5
Jawaban: b

30. Pengaruh kebudayaan Bac son-Hoabinh terhadap nusantara, yaitu....
a. pembuatan logam besi
b. pembuatan gerabah
c. pembuatan kapak batu
d. pembuatan logam perunggu
e. seni batik
Jawaban: d

31. Teknik pembuatan benda perunggu dengan teknik setangkup disebut dengan istilah....
a. bivalve
b. a cire perdue
c.  monovalve
d.  multivalve
e. cor
Jawaban: a

32. Di Vietanam Selatan, budaya Sa Huynh didukung oleh suatu kelompok yang memakai bahasa....
a. Polinesia
b. Austronesia
c. Thai
d. Cina
e. Melayu
Jawaban: b

33. Kebudayaan Sa Huynh yang memiliki hiasan garis dan bidang-bidang yang sisinya dengan tema tepian kerang adalah....
a. tembikar
b. lingling-O
c. tempayan kubur
d. tembilang
e. sarkofagus
Jawaban: c

34. Nekara yang kecil disebut moko. Di Pulau Alor, moko berfungsi sebagai....
a. alat tukar dalam perdagangan
b. alat upacara minta hujan
c. genderang perang
d. mas kawin
e. benda yang dipuja dan dikeramatkan
Jawaban: b

35. Kebudayaan perunggu yang berkembang di Indonesia berasal dari daerah....
a. Teluk Tonkin
b. Dong Son
c. Sa Huynh
d. Kashmir
e. Gujarat
Jawaban: b

36. Perhiasan perunggu banyak ditemukan di Plawangan, yaitu daerah...
a. Rembang
b. Banten
c. Bali
d. Sumba
e. Madura
Jawaban: a

37. Perunggu cair dituang ke dalam cetakan. Orang yang ahli mengerjakannya disebut...
a. Terakota
b. cetak bata
c. genggam
d. a cire perdue
e. undagi
Jawaban: e

38. Bukti paling awal dalam pembuatan benda-benda dari perunggu ditemukan di negara.....
a. Vietnam
b. Myanmar
c. Laos
d. Kamboja
e. Thailand
Jawaban: a

39. Zaman logam dimulai pada tahun...
a. 2000 SM
b. 300 SM
c. 1000 SM
d. 400 SM
e. 250 SM
Jawaban: c

40. Di Indonesia, nekara perunggu yang terbesar dan bentuknya sama dengan hasil kebudayaan Dong Son ditemukan di pulau....
a. Formosa
b. Tumasik
c. Mindanao
d. sulawesi
e. Selayar
Jawaban: e

Bank Soal Sejarah Minat : Semester 2

June 16, 2019 0 Comments
SOAL 1

Oke, berikut ini contoh soal sejarah dalam bentuk PG beserta jawabannya.

1. Pada zaman ini hidup binatang-binatang besar (dinosaourus), seperti brontosaurus dan tyrrannosaurus. Zaman yang dimaksud adalah...
a. zaman Arkaekum
b. Zaman Paleozoikum
c. zaman Mesozoikum
d. zaman Neozoikum
e. zaman Megalitikum
Jawaban: c

2. Perhatikan zaman-zaman di bawah ini!
1)Zaman Arkaekum
2) Zaman Paleozoikum
3) Zaman Mesozoikum
4) Zaman Neozoikum
Pembagian zaman di atas adalah pembagian zaman berdasarkan...
a. sejarah
b. biologi
c. arkeologi
d. geologi
e. antropologi
Jawaban: d

3. Menurut ahli geologi, pembagian umur bumi yang paling tua adalah zaman...
a. Arkaekum
b. Paleozoikum
c. Mesozoikum
d. Neozoikum
e. Tersier
Jawaban: a

4. Zaman yang ditandai dengan menurunya suhu bumi secara drastis sehingga terbentuk hamparan es yang sangat tebal di daerah kutub adalah zaman...
a. tersier
b. kuarter
c. jura
d. kambrium
e. trias
Jawaban: a

5. Berdasarkan penelitian geologi, zaman kuarter merupakan zaman terpenting bagi kita karena...
a. muncul binatang menyusui
b. ditemukan benda-benda sejarah
c. ada tanda-tanda kehidupan
d. terjadi migrasi bangsa Asia ke Indonesia
e. mulai ada manusia purba
Jawaban: e

6. Suatu zaman ketika meluasnya lapisan es di Kutub Utara sehingga menyebabkan sebagian besar Benua Asia, Amerika, dan Eropa tertutup es. Pada zaman ini terjadi penyebaran binatang dan manusia purba ke nusantara. Zaman tersebut adalah....
a. zaman primer
b. zaman sekunder
c. zaman tersier
d. zaman glasial
e. zaman interglasial
Jawaban: d

7. Sumbangan Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan di dunia, terutama kajian arkeologi sangat penting. Hal ini terbukti dari adanya penemuan jenis manusia purba tertua di Pulau Jawa, yaitu...
a. Homo solonesis
b. Meganthropus paleojavanicus
c. Pithecanthropus robustus
d. Pithecanthropus erectus
e. Sinanthropus pekinensis
Jawaban: b

8. Ilmuwan yang berhasil menemukan fosil Pithecanthropus erectus di daerah Trinil, Ngawi, Jawa Timur adalah....
a. Eugene Dubois
b. Ter Haar
c. Oppenoorth
d. Raplh von Koeningswald
e. Wiedenrich
Jawaban: a

9. Perhatikan pernyataan di bawah ini!
1) Memiliki tulang pipi yang tebal
2) Memiliki otot kunyah yang kuat
3) Memiliki tonjolan bagian yang menyolok
4) Memiliki tonjolan belakang yang tajam.
5) Mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat.
Ciri-ciri di atas merupakan manusia purba jenis....
a. Pithecanthropus
b. Homo sapiens
c. Pithecantropus erectus
d. Meganthropus paleojavanicus
e. Pithecanthropus robustus
Jawaban: e

10. Homo soloensis dan Homo wajakensis adalah pendukung peradaban zaman....
a. Paleolitikum
b. Neolitikum
c. Mesolitikum
d. Logam
e. Megalitikum
Jawaban: a

11. Seorang ilmuwan yang menemukan fosil Meganthropus paleojavaincus di Sangiran adalah...
a. von Koenigswald
b. Eugene Dubois
c. Teuku Jacob
d. Ter Haar
e. van Heekeren
Jawaban: a

12. Penyebab manusia purba hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain adalah...
a. manusia purba mencari daerah yang subur
b. sering terjadi bencana alam
c. sering terjadi peperangan antarkelompok
d. keadaan alam yang tidak stabil
e. manusia purba sangat bergantung pada alam
Jawaban: e

13. Berdasarkan tempat pemnemuannya, dapat disimpulkan bahwa manusia purba lebih senang mendiami daerah....
a. puncak gunung
b. tengah hutan
c. tepi aliran sungai
d. padang rumput
e. padang pasir
Jawaban: c

14. Tugu batu yang didirikan sebagai tanda peringatan dan perlambang arwah nenek moyang dari zaman Megaitikum adalah....
a. abris sous roche
b. kjokkenmoddinger
c. dolmen
d. menhir
e. nekara
Jawaban: d

15. Revolusi kebudayaan yang terjadi pada zaman Neolitikum di Indonesia adalah....
a. sudah mengenal perdagangan
b. sudah mengenal penguburan jenazah
c. sudah mengenal teknologi logam
d. sudah mengenal kebudayaan 
e. sudah mengenal bercocok tanam
Jawaban: e

16. Berikut ini ciri-ciri peradaban zaman Neolitikum, kecuali...
a. menggunakan kapak persegi
b. menggunakan kapak lonjong
c. menggunakan peralatan batu yang sudah diasah
d. menggunakan peralatan perunggu
e. menggunakan peralatan gerabah
Jawaban: d

17. Salah satu peralatan manusia purba dari zaman Paleolitikum adalah....
a. chopper
b. nekara
c. candrasa
d. sarkofagus
e. moko
Jawaban: a

18. Salah satu teknik terpenting dari kebudayaan Paleolitikum di Indonesia adalah...
a. manusia memproduksi makanan dengan cara bercocok tanam
b. manusia hidup berburu dan meramu
c. manusia hidup dengan cara berpindah-pindah ladang
d. manusia membuat alat alat-alat dari logam
e. manusia hidup di pesisir dengan mencari kerang laut
Jawaban: b

19. Nenek moyang kita di zaman Paleolitikum hidup secara nomaden karena...
a. mereka mencari tempat tinggal
b. mereka mencari tempat bercocok tanam
c. mereka mencari binatang buruan dan hasil alam
d. menghindari bencana alam
e. menghindari perang antarkelompok
Jawaban: c

20. Kehidupan manusia yang bersifat nomaden atau berpindah-pindah merupakan ciri utama dari zaman...
a. Paleolitikum
b. Mesolitikum
c. Neolitikum
d. Megalitikum
e. Logam
Jawaban: a

Bank Soal Sejarah Minat : Semester 1

June 16, 2019 0 Comments
SOAL 2

Berikut di bawah ini, contoh soal sejarah kelas x Kurikulum 2103 semester ganjil beserta jawabannya bagian kedua, soal dimulai dari nomor 11 sampai dengan 20.

11. Berikut ini unsur-unsur sejarah yang paling cepat mengalami perubahan adalah unsur....
a. waktu
b. ruang
c. perilaku manusia
d. lingkungan sosial
e. lingkungan budaya
Jawaban: a 

12. Sejarah akan dapat dipahami oleh generasi penerus dari masyarakat yang terdahulu sebagai suatu cermin untuk menunju kemajuan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Hal ini termasuk cara memahami sejarah melihat konteks....
a. masa transisi
b. masa kini 
c. masa yang akan datang
d. masa lampau
e. masa berlangsungnya kehidupan manusia
Jawaban: b

13. Pada awalanya kolonialisme adalah kelanjutan dari patrimonialisme, di mana kebijakan kolonial hanya mengadopsi kebiasaan lama. Hal ini disebut dengan istilah....
a. temporal
b. spasial
c. kontinuitas
d perubahan
e. primordial
Jawaban: c

14. Dimensi waktu dalam sejarah disebut....
a. spasial
b. temporal
c. struktur
d. babakan
e. masa
Jawaban: b

15. Unsur sejarah yang berhubungan dengan aspek geografis adalah....
a. waktu
b. ruang
c. manusia
d. tempat
e. wilayah
Jawaban: b

16. Historia, Magistra Vitae mengandung arti....
a. sejarah adalah guru besar
b. sejarah adalah mempelajari waktu lampau
c. sejarah adalah gurunya kehidupan 
d. sejarah adalah gurunya umat manusia
e. sejarah adalah gurunya makhluk hidup
Jawaban: c

17. Pembagian waktu dalam sejarah adalah penting dalam kontinuitas dimensi waktu yang lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. Dengan demikian, ilmu sejarah mempelajari segala peristiwa yang terjadi dalam waktu....
a. sepanjang waktu yang bersifat kontinu
b. waktu yang lalu sampai sekarang
c. waktu lalu, sekarang, dan waktu yang akan datang
d. waktu yang lalu
e. waktu yang akan datang
Jawaban: b

18. Salah contoh perubahan yang membawa pengaruh sangat besar pada masyrakat adalah....
a. perubahan mode pakaian dan kesenian
b. perubahan sistem perdagangan dan hubungan internasional
c. perubahan kebiasaan masyarakat dan sistem mata pencaharian hidup
d. ledakan penduduk dan proses industrialisasi 
e. perubahan ekonomi
Jawaban: d

19. Walaupun dapat dibedakan, antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan memiliki aspek yang sama, yaitu keduanya berkaitan dengan....
a. suatu pemaknaan cara-cara baru
b. kaidah-kaidah hidup bermasyarakat
c. cara-cara menangani problema sosial
d. nilai-nilai luhur kepribadian bangsa
e. kepentingan orang banyak
Jawaban: a

20. Salah satu contoh konsep perubahan dan keberlanjutan dalam kehidupan bernegara adalah.....
a. pembangunan
b. reformasi
c. revolusi
d. rekonsiliasi
e. pemberontakan
Jawaban: a

Bank Soal Sejarah Minat : Semester 1

June 16, 2019 0 Comments
SOAL 1

Berikut, contoh soal sejarah essay kelas 10 Kurikulum 2013 semester ganjil beserta jawabannya.

1. Sejarah sebagai peristiwa disebut sejarah....
Jawaban: objektif

2. Dimensi ruang disebut....
Jawaban:  spasial

3. Perspektif waktu dalam sejarah adalah waktu dilihat sebagai....
Jawaban: linier

4. Manusia dalam sejarah berperan sebagai....
Jawaban: subjek atau objek sejarah

5. Sejarah tidak akan terulang, yang terulang hanya.....
Jawaban: polanya saja

6. Istilah dan erpistiwa itu abadi, yaitu....
Jawaban: immortal

7. Dimensi temporal adalah konsep sejarah terhadap....
Jawaban: waktu

8. Konsep waktu sejarah sangat berhubungan erat dengan ilmu....
Jawaban: sejarah

9. Dalam menjalani hidup saat ini, manusia perlu membuat....
Jawaban: perencanaan masa depan
10. Unsur-unsur sejarah, yaitu ruang, waktu, dan....
Jawaban: manusia

11. Jelaskan hubungan manusia dengan sejarah!
Jawaban: hubungan manusia dan sejarah sangat erat. Hal ini karena manusia adalah subjek dan objek sejarah. Peristiwa sejarah terjadi dalam raung dan berproses dalam waktu di mana manusia beraktivitas.

12. Apakah sejarah dapat terulang kembali?
Jawaban: sejarah tidak dapat terulang kembali sebab sejarah merupakan peristiwa yang unik karena hanya sekali terjadi dan tidak pernah terulang kembali persis sama untuk kedua kalinya.

13. Jelaskan perspektif waktu dalam sejarah!
Jawaban: perspektif waktu dalam sejarah merupakan suatu proses yang terus berjalan dalam sebuah garis lurus

14. Jelaskan konsep ruang dalam sejarah!
Jawaban: konsep ruang dalam sejarah merupakan tempat terjadinya peristiwa sejarah. Peristiwa sejarah akan selalu berkaitan dengan batasan ruang dan berhubungan dengan konsep waktu.

15. Mengapa sejarah berkaitan dengan masa depan?
Jawaban: sejarah berkaitan dengan masa depan karena manusia masa kini belajar dari masa lalu dan masa kini menjadi harapan harapan masa yang akan datang. Masa lalu menjadi pijakan masa kini dan masa kini menjadi harapan dan cita-cita masa depan.

Thursday, March 14, 2019

Bab 8 : Peradaban

March 14, 2019 0 Comments
PERADABAN

Related image
1. Peradaban di Lembah Indus dan Lembah Gangga berkembang menjadi negara Pakistan dan India
• Mohenjo Daro-Harappa didukung oleh orang-orang Dravida.
• Hindu-Buddha dikembangkan oleh orang-orang Arya.

2. Peradaban lembah Sungai Kuning
• Meyakini adanya kerajaan langit yang pemerintahannya di bumi dimiliki oleh kerajaan dunia (Huang Ti).
• Selama ribuan tahun dikuasai oleh berbagai dinasti silih berganti hingga kini berbentuk republik.

3. Peradaban lembah Sungai Eufrat dan Tigris (Mesopotamia)
Dikembangkan oleh bangsa-bangsa Sumeria, Babilonia, dan Assiria yang telah mengenal berbagai teknologi yang cukup maju.

Peradaban Romawi Kuno
4. Peradaban lembah Sungai Nil
Herodotus menyatakan bahwa Mesir adalah hadiah Sungai Nil. Berkat adanya Sungai Nil, Mesir menjadi negara yang subur dan kaya. Peradaban Mesir sudah maju dengan mengenal astronomi, ilmu kedokteran, dan ilmu bangunan yang canggih.

5. Peradaban Yunani Kuno
Bangsa Yunani merupakan peletak dasar demokrasi dengan dibentuknya sistem polis atau semacam negara bagian dan adanya dewan rakyat. Sistem ketatanegaraan negara Yunani banyak ditiru oleh bangsa-bangsa modern di kemudian hari.

6. Peradaban Romawi Kuno
Demokrasi yang lebih maju diperkenalkan bangsa Romawi Kuno. Mereka telah mengenal pemilihan kepala negara oleh wakil-wakil rakyat, bukan sistem keturunan, dan membentuk negara republik.

7. Kebudayaan Bacson-Hoabinh merupakan budaya yang masuk ke Nusantara yang alat-alatnya terbuat dari batu.

8. Kebudayaan Dongson juga masuk ke Nusantara, yakni budaya logam. Nenek moyang kita mengenalnya dan sudah menggunakan perunggu.

9. Kebudayaan India yang masuk ke Nusantara memunculkan pengaruh agama Hindu dan agama Buddha.

10. Alat logam (perunggu) dibuat dengan dua cara, yakni cara bivalve dan a cire perdue.

Bab 7 : Mengenal Manusia Purba

March 14, 2019 0 Comments
MANUSIA PURBA

Related image

Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia Dan Ciri-cirinya – Tempat Penemuannya, Di Indonesia penelitian tentang jenis-jenis manusia purba sudah sejak abad ke-18 M, dirintis oleh seorang dokter Belanda bernama Eugene Dubois. Mula mula ia mengadakan penelitian di Sumatera Barat namun tidak membuahkan hasil, lalu ia pindah ke Pulau Jawa . Di Pulau Jawa, ia berhasil menemukan fosil manusia purba di desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891. Fosil manusia purba ia beri nama pithecanthropus erectus, yang artinya manusia kera yang berjalan tegak
Penemuan fosil selanjutnya pada tahun 1936 oleh Weidenrich. Ia menemukan fosil tengkorak anak di Lembah
Sungai Brantas, desa Jetis, Mojokerto. Weidenrich menamakan fosilnya Pithecanthropus Robustus. Fosil sejenis juga ditemukan oleh von Koenigswald di Mojokerto, ia menyebutnya Pithecanthropus Mojokertensis.
Pada penelitian dan penggalian arkeologis antara tahun 1936–1941, von Koenigswald berhasil menemukan fosil manusia purba. Diperkirakan fosil manusia purba itu adalah manusia tertua di Indonesia yang hidup satu sampai dua juta tahun yang lalu. Oleh karena itu para ahli arkeologi menamakannya
Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa tertua dari Jawa. Meganthropus Palaeojavanicus hidup sezaman dengan Pithecanthropus Mojokertensis, namun tingkat kehidupannya lebih primitif.
Selanjutnya, ditemukan fosil-fosil manusia purba Indonesia, yang tingkat kemampuannya lebih tinggi dibanding jenis Pithecanthropus, yaitu jenis Homo Sapiens (manusia yang berpikir). Jenis manusia homo sapiens yang ditemukan di Indonesia, antara lain.
Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia Dan Ciri-cirinya - Tempat Penemuannya
Gambar Ilustrasi Evolusi Manusia Purba
1. Meganthropus (Manusia Besar)
Meganthropus berasal dari dua kata. Megas artinya besar atau raksasa dan anthropus artinya manusia. Jenis manusia purba Meganthropus ditemukan oleh Van Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran. Hasil penemuannya ini sering dikenal dengan nama Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa. Jenis manusia ini memiliki rahang kuat dengan badan yang tegap. Mereka diperkirakan hidup dengan cara mengumpulkan bahan makanan, terutama tumbuh-tumbuhan. Meganthropus diperkirakan hidup sekitar dua sampai satu juta tahun yang lalu sejak penelitian.
Ketika pertama ditemukan, von Koenigswald menyebutnya Meganthropus palaeojavanicuskarena memiliki ciri-ciri yang berbeda dari Pithecanthropus erectus (Homo erectus) yang lebih dulu ditemukan di Sangiran. Selanjutnya fosil serupa juga ditemukan oleh Marks tahun 1952 berupa rahang bawah.
Ciri ciri tubuhnya kekar, rahang dan gerahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga menyerupai kera. Meganthropus diperkirakan hidup 2 juta sampai 1 juta tahun yang lalu, pada masa Paleolithikum atau Zaman Batu Tua. Meganthropus memiliki kelebihan pada bentuk tubuhnya yang lebih besar dibandingkan manusia purba lainnya.
2. Pithecanthropus (Manusia Kera Berjalan Tegak)
Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia – Pithecanthropus merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Hasil penemuan di Indonesia, antara lain Pithecanthropus Erectus,Pithecanthropus Mojokertensis, dan Pithecanthropus Soloensis. Pithecanthropus Erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois tahun 1891 di Trinil.Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan di Jetis dekat Mojokerto Jawa Timur oleh Von Koenigswald. Pithecanthropus Soloensis sementara itu ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo oleh Von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth. Beberapa ciri manusia Pithecanthropus, antara lain sebagai berikut.
Ciri Ciri Manusia Purba Pithecanthropus :
  • Pada tengkorak, tonjolan keningnya tebal.
  • Hidungnya lebar, dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol.
  • Tinggi sekitar 165–180 cm.
  • Pemakan tumbuhan dan daging (pemakan segalanya).
  • Memiliki rahang bawah yang kuat.
  • Memiliki tulang pipi yang tebal.
  • Tulang belakang menonjol dan tajam.
  • Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat.
3. Homo
Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia – Ada dua jenis fosil homo yang ditemukan di Indonesia, yaitu Homo Wajakensis dan Homo Soloensis.
Manusi Purba Homo Wajakensis berarti manusia dari Wajak. Eugene Dubois menemukan fosil ini pada tahun 1889 di dekat Wajak, Tulungagung Jawa Timur. Homo Wajakensis diperkirakan menjadi nenek moyang dari ras Australoid yang merupakan penduduk asli Australia.
Manusia Purba Homo Soloensis adalah manusia dari Solo ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo antara tahun 1931–1934. Penemunya adalah Ter Haar dan Oppenorth. Kehidupan Homo Soloensis sudah lebih maju dengan berbagai alat untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidup dari berbagai ancaman.
Ciri-ciri Manusia Purba homo :
  • muka lebar dengan hidung yang lebar;
  • mulutnya menonjol;
  • dahinya juga masih menonjol, sekalipun tidak seperti jenis Pithecanthropus;
  • bentuk fisiknya sudah seperti manusia sekarang;
  • tingginya 130–210 cm;
  • berat badan 30–150 kg;
  • hidupnya sekitar 40.000–25.000 tahun yang lalu.
Homo Soloensis dan Homo Wajakensis kemudian mengalami perkembangan. Jenis homo ini diberi nama Homo Sapiens. Homo Sapiens lebih sempurna dilihat dari cara berpikir walaupun masih sangat sederhana. Homo Sapiens berarti manusia cerdas, diperkirakan hidup 40.000 tahun yang lalu setelah penelitian. Jenis inilah yang nantinya menjadi nenek moyang bangsa Indonesia – sekian Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia

Bab 6 : Historiografi

March 14, 2019 0 Comments
Historiografi

Image result for historiografi
Historiografi terbentuk dari dua akar kata yaitu history (sejarah) dan graph (tulisan). Jadi historiografi artinya adalah tulisan sejarah, baik itu yang bersifat ilmiah (problem oriented) maupun yang tidak bersifat ilmiah (no problem oriented). Problem oriented artinya karya sejarah ditulis bersifat ilmiah dan berorientasi kepada pemecahan masalah (problem solving), yang tentu saja penulisannya menggunakan seperangkat metode penelitian. Sedangkan yang dimaksud dengan no problem oriented adalah karya tulis sejarah yang ditulis tidak berorientasi kepada pemecahan masalah dan ditulis secara naratif, juga tidak menggunakan metode penelitian (Jayusman, 2012).
Secara lebih luas, Louis Gottschalk dalam (Dasuki, 2003, hal. 338) menyebutkan arti historiografi sebagai berikut:
a.       Historiografi merupakan bentuk publikasi, baik dalam bentuk tulisan maupun secara lisan, yang sengaja memberi pertelaan mengenai suatu peristiwa atau kombinasi peristiwa-peristiwa pada masa lampau
b.      Historiografi diartikan sebagai hasil karya berupa tulisan atau bacaan mengenai sejarah yang meliputi juga sejarah lisan
c.       Historiografi adalah proses penulisan sejarah sebagai penerapan aspek serba interpretatif dalam metode sejarah untuk menyusun sintetis sejarah yang dilandasi oleh penelitian yang seksama melalui heuristik, kritik terhadap sumber-sumber sejarah dan seleksi terhadap faktafakta sejarah.
d.      Historiografi merupakan kegiatan dalam kerja keilmuan di bidang sejarah yang menghasilkan tulisan-tulisan sebagai kategori pemikiran teoritis dan metodologis mengenai masalah-masalah dalam penelitian dan proses penelitian sejarah.
2.      Historiografi tradisional
Pada masa perkembangan historiografi tradisional, yaitu corak penulisan sejarah yang banyak ditulis oleh para pujangga kraton, karyakarya mereka bertujuan untuk melegitimasi kedudukan raja. Dengan demikian, historiografi pada masa ini mempunyai ciri-ciri magis, religius, bersifat sakral, menekankan kultus, dewa raja dan mitologi, bersifat anakronisme, etnosentrisme, dan berfungsi sosial psikologis untuk memberi kohesi pada suatu masyarakat tentang kebenaran-kebenaran kedudukan suatu dinasti (Indriyanto, 2001, hal. 2).
Selanjutnya Soedjatmoko (1965) mengemukakan bahwa historiografi tradisional nusantara, kita kenal dengan sejumlah istilah seperti babad, serat kanda, sajarah, carita, wawacan, hikayat, sejarah, tutur, salsilah, cerita-cerita manurung (Sjamsuddin, 2007, hal. 10). Semuanya naratif dalam bentuk prosa maupun puisi (syair). Kartodirdo (1982) menyebutkan historiografi tradisional itu berkembang setelah suatu kelompok dalam
masyarakat Indonesia membentuk suatu kesatuan politik. Dengan timbulnya kerajaan atau kehidupan bangsa dalam suatu kesatuan politk, dibina pula historiografi yang menghasilkan naskah sebgai karya sastra sejarah. Pembinaan historiografi diselenggarakan di pusat kerajaan di berbagai daerah di Indonesia. Karya sastra sejarah yang dihasilkan terdiri dari naskah-naskah dalam bahasa-bahasa daerah dan sejarah di dalamnya masih difungsikan sebagai mitos (Dasuki, 2003, hal. 347).
Karya-karya sejarah yang ditulis oleh para pujangga dari lingkungan keraton ini hasil karyanya biasa disebut Historigrafi Tradisional. Contoh karya sejarah yang berbentuk historiografi tradisional yang ditulis oleh para pujangga keraton dari kerajaan hindu/budha sebagai berikut : 1. Babad Tanah Pasundan, 2. Babad Parahiangan, 3. Babad Tanah Jawa, 4. Pararaton, 5. Nagarakertagama, 6. Babad Galuh, 7. Babad Sriwijaya, dan lain-lain. Sedangkan karya historiografi tradisional yang ditulis para pujangga dari
kerajaan Islam diantaranya : 1. Babad Cirebon yaitu karya dari Kerajaan Islam Cirebon, 2. Babad Banten yaitu karya dari Kerajaan Islam Banten, 3. Babad Dipenogoro yaitu karya yang mengisahkan kehidupan Pangeran Diponegoro, 4. Babad Demak yaitu karya tulis dari Kerajaan Islam Demak, 5. Babad Aceh dan lain-lain (Jayusman, 2012).
Karakteristik Historiografi Tradisional adalah sebagai berikut (Jayusman, 2012; Dasuki, 2003, hal. 346-347):
a.       Bersifat istana/kraton sentris, dimana karya-karya didalamnya banyak mengungkapkan sekitar kehidupan keluarga istana/keraton, dan ironisnya rakyat jelata tidak mendapat tempat didalamnya, dengan alasan rakyat jelata dianggap a-historis.
b.      Bersifat Religio-magis, , artinya dalam historigrafi tradisional seorang raja ditulis sebagai manusia yang memiliki kelebihan secara batiniah, dianggap memiliki kekuatan gaib. Tujuannya agar seorang raja mendapat apresiasi yang luar biasa di mata rakyatnya, sehingga rakyat takut, patuh, dan mau melaksanakan perintahnya. Rakyat akan memandang, bahwa seorang raja keberadaannya di muka bumi merupakan sebagai perwujudan atau perwakilan dari Tuhan.
c.       Bersifat regio-sentrisme dimana cerita sejarah berpusat kepada kedudukan sentral raja, sehingga menimbulkan raja-sentrisme. Sebagai contoh, ada historiografi tradisional dengan secara vulgar memakai judul dari nama wilayah kekuasaannya, seperti Babad Cirebon, Babad Bugis, Babad Banten.
d.      Bersifat etnosentris artinya dalam historiografi tradisional ditulis dengan penekanan pada penonjolan/egoisme terhadap suku bangsa dan budaya yang ada dalam wilayah kerajaan.
e.       Bersifat psiko-politis sentrisme, artinya historiografi tradisional ditulis oleh para pujangga sangat kental dengan muatan-muatan psikologis seorang raja, sehingga karya historiografi tradisional dijadikan sebagai alat politik oleh sang raja dalam rangka mempertahankan kekuasaannya. Tidak perlu terlampau heran kalau karya historiografi tradisional oleh masyarakat setempat dipandang sebagai kitab suci
yang didalamnya penuh dengan fatwa para pujangga dalam pengabdiannya terhadap sang raja.
Karena banyaknya pengaruh oleh faktor budaya saat naskah penulisan sejarah budaya dibuat, maka naskah tersebut dapat menjadi suatu hasil kebudayaan di masyarakat dan banyak dipengaruhi oleh alam pikiran penulis naskah atau masyarkatnya. Melukiskan kenyaataan jauh dari fakta yang sesungguhnya sehingga lemah dalam hal ketepatan fakta (Kuntowijoyo, 1995, hal. 8). Namun historiografi tradisional dalam batasbatas tertentu dapat dijadikan sumber untuk penulisan sejarah karena masih dapat mengambil nama tokoh, nama wilayah/daerah dan tahun kejadian (Jayusman, 2012).



3.      Historiografi kolonial
Historiogrofi kolonial tidak terlepas dari kepentingan penguasa kolonial untuk mengokohkan kekuasaan di Indonesia. Kepentingan itu mewarnai interpretasi mereka tehadap suatu peristiwa sejarah yang tentunya akan berlawanan dengan historiografi sejarah nasional. Historiografi Kolonial adalah karya sejarah (tulisan sejarah) yang ditulis pada masa pemerintahan kolonial berkuasa di Nusantara Indonesia, yaitu sejak zaman
VOC (1600) sampai masa Pemeritahan Hindia Belanda yang berakhir ketika tentara pendudukan Jepang datang di Indonesia (1942). Perlu ditambahkan, pemerintahan Hindia Belanda yang dikendalikan oleh para Gubernur Jenderal (GB) melalui para ahli begitu aktif menulis karya sejarah. Atau dengan kata lain, historiografi kolonial adalah karya tulis sejarah yang ditulis oleh para sejarawan kolonial ketika pemerintahan kolonial berkuasa di Nusantara Indonesia (Jayusman, 2012).
Karakteristik historiografi kolonial adalah sebagai berikut:
a.       Belanda Sentrisme atau Neerlando Sentrismus artinya sejarah Indonesia di tulis dari sudut pandang kepentingan orang-orang Belanda yang sedang berkuasa (menjajah) di Nusantara Indonesia saat itu (Jayusman, 2012).
b.      Eropasentrisme, artinya selain ditulis dari sudut pandang kepentingan orang Belanda, ditulis juga sesuai dengan kepentingan bangsa Eropa pada umumnya.
c.       Mitologisasi artinya banyak kejadian yang tidak didasarkan pada kejadian yang sebenarnya (Dasuki, 2003, hal. 348). Interpretasi dari jaman kolonial cenderung untuk membuat mitologisasi dari dominasinya, dengan menyebut perang-perang kolonial sebagai usaha pasifikasi daerah-daerah, yang sesungguhnya mengadakan perlawanan
untuk pertahanan masyarakat serta kebudayaannya (Rohman, 2013).
d.      ahistoris artinya Orang Belanda dianggap sebagai manusia paliang sempurna dalam berbagai kehidupan di Nusantara, peran mereka ditulais dalam historiografi Kolonial sampai berlembar-lembar sementara peran rakyat pribumi sebagai pemilik sangat sederhana dan dituangkan dalam halaman yang sangat minim. Sejarawan kolonial
menganggap bahwa rakyat pribumi sebagai non-faktor dalam sejarah. Contoh historiografi Kolonial dalam buku Sejarah Hindia Belanda sebagai berikut: Zaman purbakala dan Hindu (25 Halaman), Penyiaran Islam dan bangsa Portugis di Indonesia (8 halaman), VOC-kongsi dagang Belanda (152 halaman) dan pemerintah Belanda (150 halaman) (Jayusman, 2012).
Contoh karya historiografi kolonial yang paling popular adalah sebuah buku yang ditulis oleh Raffles dengan judul History Of Java. Karya lainnya adalah karya-karya yang ditulis H.J. de Graaf dengan judul: Geschiedenis van Indonesia (Sejarah Indonesia). Karya B.H.M. Vleke dengan judul: Geschiedenis van den Indischen Archipel (Sejarah Nusantara). Karya G. Gonggrijp dengan judul: Schets ener aconomische Geschiedenis van Nederlands-Indie (Sejarah Ekonomi Hindia Belanda) (Jayusman, 2012).
4.      Historiografi modern
Historiografi modern muncul akibat tuntutan ketepatan teknik dalam mendapatkan fakta sejarah. Fakta sejarah didapatkan melalui penetapan metode penelitian, memakai ilmu-ilmu bantu, adanya teknik pengarsipan dan rekonstruksi melalui sejarah lisan. Suatu periode baru dalam perkembangan historiografi Indonesia dimulai dengan timbulnya studi sejarah kritis. Dalam penulisan tentang sejarah kritis dipergunakan prinsipprinsip metode sejarah. Studi sejarah kritis juga memerlukan bantuan dari ilmu lain untuk mempertajam analisanya. Hal ini merupakan implikasi dari
mulai sedikitnya peran analisa tekstual dengan bantuan filologi terhadap studi sejarah Indonesia modern. Di sini yang harus diperbaiki adalah alatalat analitis serta metodologis.
Bertolak dari hal ini, maka beberapa disiplin dari ilmu-ilmu sosial mulai dicantumkan dalam studi sejarah. Konsep sejarah nasional sebagai unit makro merupakan kerangka referensi bagi sejarah lokal/regional yang dapat dipandang sebagai unit mikro. Sejarah nasional sebagai macro-history mencakup interaksi antar micro-unit, antara lain melalui pelayaran, perdagangan, perang, penyiaran agama atau menuntut pelajaran,
hubungan antara lembaga-lembaga nasional, seperti partai-partai politik. Sejarah nasional bukan jumlah dari sejarah lokal, tetapi proses-proses atau kejadian-kejadian pada tingkat sejarah lokal diterangkan dalam hubungannya dengan proses nasional (Rohman, 2013).
Historiografi modern, merupakan suatu periode perkembangan baru dalam historiografi Indonesia atau nasional. Diawali dengan munculnya karya Husein Djajadiningrat, Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten, kemudian karyakarya sejarah sejarah selanjutnya banyak dipengaruhi oleh karya ini, yaitu dengan dipergunakannya aspek pendekatan ilmu lain untuk melengkapi atau menulis suatu karya sejarah (Indriyanto, 2001, hal. 2). Di Jaman Jepang Sanusi Pane dan Douwes Dekker
sudah memelopori menulis Sejarah Indonesia dengan semangat nasionalisme. Karya mereka walaupun dari sudut ilmiah tidak mendapat penilaian yang tinggi, namun telah banyak membantu guru yang mengajar sejarah Indonesia pada zaman Jepang dan jaman berikutnya (Dasuki, 2003, hal. 349).
Karakteristik historiografi modern adalah sebagai berikut:
a.       Bersifat Indonesia sentrisme, penulisan sejarah di Indonesia diinterpretasikan sebagai sejarah nasional (Dasuki, 2003, hal. 348) dan ditulis dari sudut kepentingan rakyat Indonesia. Tugas dari historiografi nasional adalah“membongkar dan merevisi” historiografi kolonial yang gaya penulisannya diselewengkan oleh para sejarawan kolonial yang sangat merugikan proses pembangunan, khususnya pembangunan sikap mental bangsa (terutama generasi muda) Indonesia dewasa ini (Jayusman, 2012).
b.      Bersifat metodologis, artinya penulisan sejarah Indonesia menggunakan pendekatan ilmiah berdasarkan teknik penulisan ilmiah untuk ilmu sosial.
c.       Bersifat kritis historis, yang berarti substansi penulisan sejarah Indonesia secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.

Social Buttons

Colorful Rose