yo

About Templatezy

Reach Your Dreams!

ig widget

Postingan Terbaru

Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts

Sunday, June 16, 2019

Bank Soal Sosiologi : Semester 2

June 16, 2019 0 Comments

SOAL 2


16. Sosialisasi yang sering kali menghambt perkembangan jiwa remaja dan memberi tekanan psikologis adalah....
a. partisipasif
b. edukatif
c. persuasif
d. komunikatif
e. represif
Jawaban: c

17. Sosialisasi yang sering kali menghambat perkembangan jiwa remaja dan memberi tekanan psikologis adalah....
a. partisipasif
b. edukatif
c. persuasif
d. represif
Jawaban: e

18. Sosialisasi partisipasi dalam keluarga akan berdampak positif, yaitu....
a. anak pendiam
b. tidak percaya diri
c. anak pendendam
d. anak berkembang jiwanya
e. anak statis jiwanya
Jawaban: d

19. Unsur terpenting dari sosialisasi adalah....
a. proses meniru
b. pendidikan
c. tindakan sosial
d. proses pergaulan
e. mengasuh anak
Jawaban: d

20. Sosialisasi di luar rumah disebut juga....
a. sosialisasi sekunder
b. sosialisasi primer
c. sosialisasi tertier
d. sosialisasi melalui televisi
e. sosialisasi massa
Jawaban: a

21. Pola perilaku yang diharapkan seseorang sesuai dengan statusnya merupakan pengertian dari....
a. kedudukan
b. kehormatan
c. peranan
d. integritas
e. norma
Jawaban: a

22. Berikut ini merupakan faktor yang menjadi dasar kepribadi, kecuali.....
a. motivasi
b. sugesti
c. sifat dasar
d. perbedaan individu
e. lingkungan
Jawaban: b

23. Kepribadian adalah sebagai organisasi....
a. pola tingkah laku masyarakat yang harus ditaati
b. sikap dan tindakan individu sehari-ari di masyarakat
c. kehidupan sehari-hari yang dilihat dari simbol status
d. faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku individu
e. usaha individu dalam memenuhi kebutuhan jasmaniah, rohaniah, dan sosialnya
Jawaban: d

24. Warisan biologi yang memengaruhi keprbiadian, yaitu....
a. kemauan dan ukuran tubuh
b. ukuran tubuh dan jenis kelamin
c. tingkah laku dan jenis kelamin
d. bentuk tubuh dan kemauan bergerak
e. potensi berpikir dan kemampaun tubuh
Jawaban: b

25. Keluarga merupakan suatu sarana pewaris budaya yang pertama karena.....
a. tempat pemenuhan kebutuhan fisik anak 
b. perantar pewaris budaya
c. anak dapat diatur agar sesuai dengan keinginan orang tua
d. memengaruhi martabat anak
e. memperkenalkan nilai dan norma budaya
Jawaban: e

Bank Soal Sosiologi : Semester 2

June 16, 2019 0 Comments
SOAL 1

Oke, berikut ini contoh soal dan jawaban sosiologi dalam bentuk PG dimulai dari soal nomor 1 sampai dengan 15.

1. Sosialisasi merupakan suatu proses sosial individu agar berperilaku sesuai dengan....
a. teman-temannya
b. daerahnya 
c. kelompoknya
d. keluarganya
e. sukunya
Jawaban: c 

2. Dalam proses sosialisasi, hal yang ditiru dari orang lain adalah....
a. kebiasaan, sikap, dan ide-ide
b. kebiasaan, keinginan, dan harapan
c. sikap, nilai, dan norma
d. pengetahuan, kebiasaaan, dan keterampilan
e. keterampilan, nilai, dan keinginan
Jawaban: c

3. Tingkah laku seseorang dalam masyarakat disesuaikan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat, merupakan makna dari....
a. sosialisasi
b. normalisasi atau tata hidup sosial
c. adaptasi
d. sublimasi
e. negoisasi
Jawaban: a

4. Berikut ini termasuk jenis-jenis media sosialisasi, kecuali....
a. masyarakat umum
b. toilet
c. media massa
d. teman sepermainan
e. lingkungan kerja
Jawaban: b

5. Individu paling lama melakukan proses sosialisasi di dalam lingkungan....
a. keluarga
b. sekolah
c. media massa
d. teman sepermainan
e. masyarakat umum
Jawaban: a

6. Pengertian sosialisasi primer adalah....
A, perkenalan individu pada sektor baru
b. kebutuhan pokok manusia dalam berinteraksi
c. melaksanakan kegiatan di masyarakat berdasarkan nilai dan  orma
d. proses sosialiasi yang dilakukan di lingkungan keluarga
e. memperkenalkan individu pada lingkungan yang baik
Jawaban: d

7. Salah satu tujuan dari sosialisasi adalah....
a. usaha kerja sama yang diciptakan oleh anggota masyarakat
b. menjaga perasaan orang lain dalam kehidupan masyarakat
c. sebagai dasar pengendali oleh masyarakat
d. setiap individu harus dibiasakan dengan nilai-nilai kepercayaan
e. menentuka perbuatan baik yang diharapkan oleh orang tua
Jawaban: d

8. Peran teman sepermainan sangat diperlukan bagi pertumbuhan masa kanak-kanak, kecuali....
a. usaha mengurangi rasa stres dan frustasi
b. lebih mudah berkomunikasi dan berinteraksi 
c. sebagai tempat belajar dan saling memilik
d. sebagai penyaluran aspirasi yang memperkuat kepribadian
e. diperlukan untuk pertimbangan berpikir dan komunikasi
Jawaban: a

9. Keluarga merupakan salah satu media sosialisasi penting karena...
a. menentukan martabat anak
b. menjamin kesehatan anak
c. memenuhi kebutuhan fisik anak
d. menjamin perlindungan anak
e. mengenalkan nilai dan norma
Jawaban: e

10. Media massa merupakan media sosialisasi yang berpengaruh terhadap perilaku masyarakat karena....
a. perilaku sebagai pelaksana pribadi
b. perilaku proporsional atau perilaku sosial
c. asosiatif dan disoatif
d. perkembangan masyarakat modern
e. menumbuhkan kesadaran sosial dalam bermasyarakat

11. Beberapa macam media sosialisasi:
(1) Media sosialisasi keluarga
(2) Media sosialisasi televisi
(3) Media sosialisasi sekolah
(4) Media sosialisasi lingkungan kerja
(5) Media sosialisasi bapak dan ibu
Diantara media sosialisasi di atas, yang merupakan media sosialisasi sekunder adalah....
a. 1-3-5
b. 2-3-5
c. 3-4-5
d. 1-3-4
e. 2-4-5
Jawaban: a

12. Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi karena....
a. orang yang bekerja akan memperoleh gaji 
b. di lingkungan kerja keahlian individu dapat ditingkatkan
c. di lingkungan kerja ada norma-norma yang mengatur para pekerja
d. lingkungan kerja merupakan tempat proses sosialisasi
e. pergaulan di lingkungan kerja lebih luas daripada di rumah
Jawaban: d

13. Sejak lahir manusia sudah mempunyai dua hasrat pokok, yaitu....
a. bermasyarakat dan sosial
b. menyatu dengan alam dan bebas
c. bermasyarkat dan menyatu dengan alam
d. berhubungan dan berpisah
e. tumbuh dan berkembang
Jawaban: c

14.Proses mempelajari nilai-nilai dan norma-norma sosial oleh individu-individu disebut....
a. tindakan sosial
b. interaksi sosial
c. proses sosial
d. hubungan sosial
e. sosialisasi
Jawaban: e

15. Proses sosialisasi yang sangat dominan dalam membentuk kepribadian anak adalah di lingkungan.....
a. masyarkat
b. media massa
c. keluarga
d. teman
e. lingkungan kerja
Jawaban: d

Bank Soal Sosiologi : Semester 1

June 16, 2019 0 Comments

SOAL 2


16. Apabila seseorang menggunakan sabun mandi yang mengandung sulfur (belerang) kulit akan menjadi sehat dan halus. Oleh karena itu, fungsi sabun mengandung nilai....
a. material
b. vital
c. kehendak
d. religi
e. estetika
Jawaban: b

17. Kehidupan di PBB dari tahun 1945 sampai sekarang mempunyai nilai....
a. sosial
b. ekonomi
c. jasmani
d. perserikatan
e. kebenaran
Jawaban: d

18. Nilai yang bersumber dari akal manusia disebut....
a. nilai vital
b. nilai moral
c. nilai kebenaran
d. nilai keindahan
e. nilai kerohanian
Jawaban: c

19. Pengertian nilai adalah....
a. pikiran yang benar atau salah dalam masyarakat
b. ukuran kegunaan atau manfaat dalam masyarakat
c. hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan bersama
d. hal yang indah atau jelek dalam pandangan masyarakat
e. perasaan tentang apa yang diinginkan dan tidak diinginkan
Jawaban: a

20. Nilai sosial adalah pola-pola sikap dan tindakan menjadi acuan bagi individu dan masyarkaat. Pendapat ini dikemukakan oleh....
a. Charles
b. Koentjaraningrat
c. George Splinder
d. Kimbal Young
e. Green
Jawaban: c

21. Menurut Woods, suatu nilai bersumber dari....
a. Tuhan dan manusia
b. kebiasaan masyarakat dan alam sekitar
c. Tuhan dan kebiasaan masyarakat
d. a dan b benar
e. salah semua
Jawaban: c

22. Di bawah ini yang bukan  merupakan ukuran yang digunakan untuk menentukan dominan tidaknya suatu nilai adalah....
a. banyaknya anggota masyarakat penganut nilai
b. lamanya nilai yang dirasakan anggota masyarakat
c. status sosial orang yang membawakan nilai
d. bentuk atau wujud nilai yang berlaku
e. tujuan yang ingin dicapai
Jawaban: d

23. Nilai vital adalah....
a. nilai yang bersumber pada manusia
b. nilai yang bersumber pada kemauan
c. segala sesuatu  yang berguna bagi manusia untuk mengadakan kegiatan
d. nilai religius, nilai kebenaran, dan nilai material
e. nilai keindahan, nilai kerohanian, dan nilai material
Jawaban: c

24. Nilai dapat diartikan sebagai cita-cita karena nilai merupakan....
a. moral dan keyakinan bersama
b. sarana untuk mencapai tujuan
c. harapan untuk berhasil
d. tindakan sosial
e. tujuan yang ingin dicapai
Jawaban: c

25. Perkembangan sekaligus pemantapan nilai sehingga dapat mencapai bentuk yang ideal akan menjadi....
a. pranata sosial
b. kelompok sosial
c. norma sosial
d. nilai budaya
e. struktur sosial
Jawaban: a

Bank Soal Sosiologi : Semester 1

June 16, 2019 0 Comments
SOAL 1



1. Pernyataan di bawah ini yang bukan manfaat mempelajari sosiologi adalah....
a. senantiasa mampu memahami perbedaan masyarakat
b. menjadi lebih tanggap dan kritis dalam menghadapi persoalan hidup
c. dapat melatih lebih jelas siapa diri kita dalam masyarakat
d. mendapatkan penghasilan yang cukup besar
e. membantu mengkaji tempat kita dalam masyarakat
Jawaban: d

2. Kriteria yang menentukan apakah suatu masalah dianggap sebagai masalah sosial atau bukan tergantung pada....
a. sumber masalah
b. akibatnya bagi ketertiban
c. tingkat kesejahteraan masyarakat
d. banyaknya anggota yang melakukan
e. nilai-nilai yang dianut masyarakat
Jawaban: a

3. Sosiologi berasal dari kata Latin socius dan kata Yunani Logos. Socious  dalam pengertian sosiologi berarti....
a. sosial
b. kerabat
c. keluarga
d. kawan
e. kawan dan lawan
Jawaban:  d

4. Berikut ini yang bukan sifat dan hakikat ilmu sosiologi adalah....
a. rumpun ilmu-imu sosial menyangkut gejala-gejala kemasyarakatan dan bersifat empiris
b. pengetahuan abstrak dan bukan konkret
c. pengetahuan empiris dan rasional
d. pengetahuan yang bersifat terapan
e. mempelajari gejala-gejala umum setiap interaksi masyarakat
Jawaban: d

5. Aspek utama yang dipelajari oleh sosiologi adalah interaksi antara....
a. manusia dengan lingkungan
b. rakyat dengan penguasa
c. masyarakat dengan budayanya
d. kelas-kelas sosial di masyarakat
e. manusia dengan manusia atau kelompok
Jawaban:  e

6. Berikut yang mendapat sebutan Bapak Sosiologi ialah....
a. Pitrim A. Sorokon
b. Auguste Comte
c. Herbert Spencer
d. Max Weber
e. Karl Marx
Jawaban: b

7. Berikut ini yang merupakan salah satu faktor utama yang mendorong lainnya ilmu sosiologi adalah....
a. hilangnya masyrakat agraris di Eropa
b. perubahan-perubahan pada masyarakat Eropa
c. peperangan antarnegara Eropa
d. kekuatan Islam semakin kuat di Eropa
e. ilmu sosial lainnya gagal menyelesaikan masalah sosial
Jawaban: b

8. Perhatikan aspek-aspek sosial di bawah ini!
1) Struktur sosial
2) Organisasi sosial
3) Proses belajar
4) Problema sosial
5) Perubahan sosial
6) Pembangunan sosial

Menurut Selo Soemardjan, yang dipelajari oleh sosiologi adalah....
a. 1,2 dan 3
b. 2, 3, dan 4
c. 3, 4, dan 5
d. 1, 2, dan 5
e. 1, 3 dan 5
Jawaban: d

9. Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang terikat oleh suatu tata cara (sistem), kebiasaan, atau adat istiadat tertentu yang dianut oleh anggota-anggotanya, ini pendapat dari....
a. J.L. Gillian dan J.P. Gillian
b. Koentjaraningrat
c. Selo Soemardjan
d. Soelaiman Soemardi
e. Pitrim A. Sorokin
Jawaban: b

10. Berikut ini adalah masalah mengenai makhluk manusia, kecuali....
a. masalah perkembangan manusia
b. masalah terjadinya aneka warna makhluk
c. masalah sejarah asal usul
d. masalah sosial atau problema sosial
e. masalah persebaran dan terjadinya aneka warna kebudyaan
Jawaban: d

11. Sebagai ilmu pengetahuan yang objeknya masyarakat, sosiologi memiliki beberapa kegunaan sebagai berikut, kecuali....
a. perencanaan sosial
b. pembangunan
c. penelitiaan
d. perencanaan pembangunan
e. pemecahan masalah sosial
Jawaban: b

12. Teknik atau metode kualitatif menurut Soerjono Soekanto adalah metode....
a. historis, komparatif, dan fungsional
b. deduktif-induktif, empiris, dan rasional
c. komparatif, studi kasus, dan studi deduktif-induktif
d. fungsional, empiris, dan rasional
e. historis, komparatif, dan studi kasus
Jawaban: e

13. Berikut ini yang bukan merupakan contoh penelitian sosiologi yang menggunakan metode statistik adalah....
a. hubungan antara kenakalan remaja dengan faktor keluarga broken home
b. timbul kecelakaan kerja selama tahun 2000-2001
c. kenakalan remaja dewasa ini
d. Jumlah peserta KB di daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta
e. faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan narkoba di kalangan remaja
Jawaban: a

14. Berikut ini yang merupakan masalah sosial adalah....
a. panen tidak berhasil karena banjir
b. jembatan yang dipenuhi warga tiba-tiba ambruk
c. tabrakan beruntun di jalan tol
d. penemuan baru yang menggemparkan dunia
e. jumlah rakyat miskin yang terus bertambah
Jawaban: e

15. Dalam mempelajari masalah di masyarakat dengan menggunakan metode ilmiah, perlu melakukan langkah-langkah sebagai berikut, kecuali....
a. memilih masalah yang tepat untuk diteliti lebih lanjut
b. merumuskan hipotesis
c. mengumpulkan data-data yang terkait dengan permasalahan
d. berkoordinasi dengan pejabat terkait
e. mengolah dan menganalisa data
Jawaban: d

Saturday, March 16, 2019

Bab 7 : Pengendalian Sosial

March 16, 2019 0 Comments

PENGENDALIAN SOSIAL
Image result for pengendalian sosial
a. Pengertian
Pengendalian sosial (umum) adalah bentuk pengawasan bagi perilaku masyarakat agar terhindar dari kekacauan yang diciptakan oleh anggota masyarakat sendiri.

Beberapa definisi pengendalian sosial menurut ahli sosiologi antara lain.
J.S. Roucek, Pengendalian sosial adalah segala pengawasan yang direncanakan ataupun tidak yang bersifat mendidik, mengajak, atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai sosial yang berlaku.
Peter L. Berger, Pengendalian sosial  adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang menyimpang.
Bruce J. Cohen, Pengendalian sosial  adalah cara-cara atau metode-metode yang digunakan untuk mendorang seseorang agar berperillaku selaras dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas tertentu.

Adapun ciri-ciri pengendalian sosial adalah.


  1. Suatu cara, metode, atau teknik tertentu terhadap masyarakat.
  2. Bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan yang terus terjadi di dalam suatu masyarakat.
  3. Dapat dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya atau olehsuatu elompok terhadap individu.

b. Tujuan  Pengendalian sosial
  1. Agar masyarakat mau memetuhi norma sosial yang berlaku.
  2. Agar dapat mewujudkan keserasian dan ketentraman.
  3. Bagi orang yang melakukan penyimpangan diusahakan agar kembali mematuhi norma-norma yang berlaku.
c. Fungsi/Manfaat  Pengendalian sosial
  1. Mencegah timbulnya perilaku menyimpang sehingga mencegah meluasnya kasus-kasus penyimpangan perilaku yang terjadi.
  2. Memberi peringatan kepada para pelaku penyimpangan atas perilaku menyimpangnya dan berusaha mengembalikan ke jalan yang benar.
  3. Menjaga kelestarian nilai-nilai dan norma yang berlaku termasuk menegakkan norma hukum yang kadangkala diabaikan.
  4. Membantu terciptanya ketertiban, keteraturan, keharmonisan sosial, keamanan, dan ketentraman bagi seluruh warga masyarakat.
 d. Sifat-sifat Pengendalian Sosial
  1. Preventif, adalah semua bentuk usaha yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran.
  2. Represif,  adalah pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadinya pelanggaran untuk mengembalikan keserasian yang terganggu.
  3. Persuasif (tanpa paksaan), pengendalian yang dilakuan tidak menggunakan kekerasan atau pemaksaan.
  4. Coersive (paksaan), pengendalian sosial yang dilakukan dengan kekerasan atau paksaan.
Macam Coersive:
  • Kompulsi (paksaan), keadaan yang sengaja diciptakan sehingga seseorang terpaksa menaati aturan dan menghasilkan kepatuhan yang sifatnya tidak langsung.
  • Pervasi (pengisian), suatu cara pengenalan yang dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu sehingga mampu mengubah kesadaran manusia untuk memperbaiki sikap dan perbuatannya menjadi lebih baik.

e. Lembaga  Pengendalian sosial
  1. Kepolisian, polisi adalah penegak hukum yang bertugas untuk memelihara dan meningkatkan tertib hukum guna mewujudkan ketertiban, keamanan, dan ketentraman masyarakat.
  2. Kejaksaan, lembaga resmi yang bertugas sebagai penuntut umum yaitu pihak-pihak yang melakukan penuntutan terhadap mereka yang melakukan pelanggaran hukum berdasarkan tertib hukum yang berlaku.
  3. Pengadilan, lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerinyah untuk memnyelenggarakan proses peradilan terhadap orang-orang yang dituduh melanggar hukum.
  4. Adat, biasanya berisi tentang nilai pandangan hidup, cita-cita, pengetahuan, keyakinan serta norma yang saling berkaitan satu sama lain.
  5. Masyarakat, orang yang memiliki kelebihan tertentu sehingga ucapan, sikap dan perilakunya bisa diteladani banyak orang.

f. Cara-cara  Pengendalian sosial
  • Cemohan, mencemoh atau mengejek individu atau kelompok yang melakukan penyimpangan dan merupaka hukuman yang sangat berat si pelaku penyimpang.
  • Gosip, kabar angin (kabar burung) yang dapat membuat orang yang digosipkan atas perbuatan menyimpangnya dan kempali kepada nilai-nilai serta norma yang berlaku.
  • Pendidikan, cara pengendalian yang melembaga dimasyarakat melalui pendidikan warga masyarakat dibimbing untuk mematihi nilai dan norma masyarakat sehingga tidak melakukan perilaku menyimpang.
  • Teguran, cara pengendalian sosial melalui perkataan atau tulisan secara langsung.
  • Hukuman, imbalan yang bersifat negatif yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang yang dianggap telah melakukan penyimpangan.
  • Agama, memberikan panduan kepada para pemeluknya tentang perbuatan yang boleh di lakukan dan perbuatan yang dilarang untuk dilakukan.
  • Kekerasan fisik, untuk mengendalikan perilaku seseorang antara lain memukul dan melukai, kekerasan fisik mencerminkan ketidak sabaran seseorang dalam mengani masalah.
  • Intimidasi, cara pengendalian sosial yang dilakukan dengan paksaan biasanya dengan cara mengancam atau menakut-nakuti.
  • Fraundules, bentuk pengendalian sosial yang umumnya terdapat pada anak kecil.
  • Ostrasisme, menunjuk pada tindakan membiarkan seseorang hidup dan bekerja dalam kelompok itu tetapi tidak seorangpun berbicara dengannya.
  • Proses sosialisasi, masyarakat menerima nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat tanpa paksaan dilakukan melalui lembaga baik formal maupun informal
  • Tekanan sosial masyarakat, seseorang tergugah untuk menyesuaikan diri dengan aturan kelompok atau memberi sanksi terhadao orang yang melanggar aturan kelompok.
  • Kekuatan dan kekuasaan, bentuk pengendalian ini dilakukan jika bentuk pengendalian sosial lainnya gagal untuk memengaruhi tingkah orang perorangan dalam menyesuaikan diri dengan nilai dan norma sosial.

Menurut Koentjaraningrat, Pengendalian sosial dapat dilakukan melalui 4 cara yaitu :
  1. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial.
  2. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati.
  3. Mengembangkan rasa malu dalam jiwa raga mastarakat yang menyeleweng dari aturan atau nilai yang berlaku.
  4. Mengembangkan rasa takut dalam jiwa warga yang hendak melanggat ancaman dan kekuasaan perasaan takut seseorang manusia akan mengarahkan seorang individu untuk tidak melakukan pelanggaran terhadap norma.

Bab 6 : Perilaku Menyimpang dan Sikap Anti Sosial

March 16, 2019 0 Comments

Perilaku Menyimpang dan Sikap Anti Sosial 


Image result for penyimpangan sosial
Definisi Perilaku MenyimpangDalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.
Dalam kehidupan bermasyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain.
Berikut ini beberapa definisi dari perilaku menyimpang yang dijelaskan oleh beberapa ahli sosiologi
James Worker Van der Zaden. Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
Robert Muhamad Zaenal Lawang. Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam masyarakat dan menimbulkan usaha dari yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang tersebut.
Paul Band Horton. Penyimpangan sosial adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.
Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentuk interaksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok.
 Ciri-ciri Perilaku Menyimpang
perilaku menyimpang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Penyimpangan harus dapat didefinisikan. Perilaku dikatakan menyimpang atau tidak harus bisa dinilai berdasarkan kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.
Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak. Perilaku menyimpang tidak selamanya negatif, ada kalanya penyimpangan bisa diterima masyarakat, misalnya wanita karier. Adapun pembunuhan dan perampokan merupakan penyimpangan sosial yang ditolak masyarakat.
Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak. Semua orang pernah melakukan perilaku menyimpang, akan tetapi pada batas-batas tertentu yang bersifat relatif untuk semua orang. Dikatakan relatif karena perbedaannya hanya pada frekuensi dan kadar penyimpangan. Jadi secara umum, penyimpangan yang dilakukan setiap orang cenderung relatif. Bahkan orang yang telah melakukan penyimpangan mutlak lambat laun harus berkompromi dengan lingkungannya.
Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal. Budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Akan tetapi pada kenyataannya tidak ada seorang pun yang patuh terhadap segenap peraturan resmi tersebut karena antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. Artinya, peraturan yang telah menjadi pengetahuan umum dalam kenyataan kehidupan sehari-hari cenderung banyak dilanggar.
Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakukan secara terbuka. Jadi norma-norma penghindaran merupakan bentuk penyimpangan perilaku yang bersifat setengah melembaga.. Penyimpangan sosial bersifat adaptif (menyesuaikan). Penyimpangan sosial tidak selamanya menjadi ancaman karena kadang-kadang dapat dianggap sebagai alat pemikiran stabilitas sosial.
 Penyebab Terjadinya Perilaku Menyimpang
Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut
1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir).
2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi.
. Bentuk-Bentuk Perilaku MenyimpangBentuk-bentuk perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi dua, sebagai berikut.
• Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
Penyimpangan bersifat positif. Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya wawasan seseorang. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karir.
Penyimpangan bersifat negatif. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. Bobot penyimpangan negatif didasarkan pada kaidah sosial yang dilanggar. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat pada umumnya dinilai lebih berat dari pada pelanggaran terhadap tata cara dan sopan santun. Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut:
Penyimpangan primer (primary deviation). Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang hanya bersifat temporer dan tidak berulang-ulang. Seseorang yang melakukan penyimpangan primer masih diterima di masyarakat karena hidupnya tidak didominasi oleh perilaku menyimpang tersebut. Misalnya, siswa yang terlambat, pengemudi yang sesekali melanggar peraturan lalu lintas, dan orang yang terlambat membayar pajak.
Penyimpangan sekunder (secondary deviation). Penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang nyata dan seringkali terjadi, sehingga berakibat cukup parah serta menganggu orang lain. Misalnya orang yang terbiasa minum-minuman keras dan selalu pulang dalam keadaan mabuk, serta seseorang yang melakukan tindakan pemerkosaan. Tindakan penyimpangan tersebut cukup meresahkan masyarakat dan mereka biasanya di cap masyarakat sebagai “pencuri”, “pemabuk”, “penodong dan “pemerkosa”. Julukan itu makin melekat pada si pelaku setelah ia ditangkap polisi dan diganjar dengan hukuman.
Bentuk penyimpangan berdasarkan pelakunya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :
Penyimpangan individual (individual deviation) Penyimpangan individual adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menyimpang dari norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. Misalnya, seseorang bertindak sendiri tanpa rencana melaksanakan suatu kejahatan, seperti: mencuri, menodong, dan memeras. Penyimpangan individu berdasarkan kadar penyimpangannya dibagi menjadi lima, yaitu sebagai berikut.
1. Pembandel yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak patuh pada nasihat orang tua agar mengubah pendiriannya yang kurang baik.
2. Pembangkang yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak taat pada peringatan orang-orang.
3. Pelanggar yaitu penyimpangan yang terjadi karena melanggar norma-norma umum yang berlaku dalam masyarakat.
4. Perusuh atau penjahat yaitu penyimpangan yang terjadi karena mengabaikan norma-norma umum, sehingga menimbulkan kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya.
5. Munafik yaitu penyimpangan yang terjadi karena tidak menepati janji, berkata bohong, mengkhianati kepercayaan, dan berlagak membela.
SIKAP ANTI SOSIAL
Anti-sosial adalah sikap yang sama sekali tidak fleksibel, dan setiap sikap anti-sosial menunjukkan ketidakmampuan untuk beradaptasi. Banyak contoh sikap yang mirip anti-sosial berkembang dengan maraknya. Di jalan raya, kemacetan terjadi di mana-mana. Penyebabnya tidak secara keseluruhan diakibatkan oleh jumlah kendaraan yang tak seimbang dengan panjang jalan, namun kemacetan yang terjadi lebih dikarenakan motivasi agresi manusianya yang tidak dapat dikendalikan
Pada awalnya para ahli tidak menggolongkan perilaku antisosial sebagai bentuk dari gangguan mental, hal ini karena mereka tidak melihat adanya simptom-simtom yang mengarah ke hal tersebut. Satu hal yang bersifat paradoksal dalam psikopatologi adalah bahwa beberapa orang yang mengalami ini secara intelektual adalah normal namun disegi lain memiliki kepribadian yang abnormal. Lama, kondisi paradoks ini sulit dijelaskan. Hal tersebut diterima tanpa adanya pertanyaan selain cukup dipahami bahwa adanya disintegrasi dari penyebab dan intelektual yang menghasilkan gangguan mental.
Banyak mereka yang antisosial tidak menunjukan simtom umum gangguan mental seperti disorientasi, gangguan berpikir, gangguan persepsi dan bentuk lain dari perilaku patologis. Philippe Pinel pada akhir abad-18 menggambarkan bahwa orang-orang yang destruktif dan agresif tidak memiliki simptom umum seperti orang yang terganggu mentalnya. Pada awal abad-19, orang-orang antisosial digambarkan sebagai orang yang tidak bermoral. Mereka disebut moral imbesil. Secara bertahap kondisi ini digambarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pada akhir abad-19, istilah psikopat mulai digunakan untuk mereka yang berperilaku antisosial. Pada saat panduan diagnostok dari American Psychiatric Association dipublikasikan pada awal tahun 1950-an psikopat dan sosiopat diperkenalkan sebagai komponen stress dan sosiokultural dari perilaku dan mengurangi peran teori konstitusional yang pada awalnya mendominasi penelahaan tentang masalah ini. Saat edisi kedua dari panduan ini diterbitkan tahun 1968 istilah mulai ditinggalkan dan munculah istilah antisosial personality.
Secara virtual sulit untuk memperkirakan kasus antisosial personality di dalam masyarakat. Hanya sedikit dari mereka yang dirawat dipusat rehabilitasi mental. Dalam kenyataannya banyak rumah sakit yang secara terang-terangan menolak mereka dengan alasan bahwa institusi tersebut tidak diperuntukkan bagi mereka. Sejumlah besar pria dan wanita dengan kepribadian antisosial menemukan cara sendiri untuk mengatasi permasalahannya, namun disisi lain sangat sedikit upaya untuk menangani mereka yang berperilaku kriminal. Sejumlah orang antisosial lainnya tetap tinggal di lingkungannya sehingga dapat mempengaruhi keluarga maupun teman-temannya.
Kepribadian antisosial adalah salah satu dari sedikit kelompok diagnostik yang dapat dipahami dalam psikologi abnormal. Ada beberapa ketidaksepakatan yang terjadi diantara para ahli dalam melihat kasus antisosial. Beberapa ahli menyebutkan mereka yang tergolong kelompok ini adalah para alkoholik, pemakai narkoba, seks menyimpang, beberapa ahli lain tidak sepakat dengan hal ini. Namun, saat mereka dirawat mereka tidak dapat dibedakan dengan mereka yang antisosial, inilah letak kesulitannya. Untuk itu masih terus diupayakan untuk mencari pijakan fisiologis untuk menjelaskan masalah ini.
Kunci dari diagnosa antisosial bukan diarahkan pada kondisi perilaku tetapi lebih kearah karakteristik seseorang. Kesulitan dalam membedakan orang yang antisosial adalah saat fakta-fakta menunjukan bahwa orang-orang dengan ciri-ciri bermasalah tadi adalah mereka yang terlibat dengan kegiatan antisosial.Hal ini menjadi alasan bahwa studi tentang kepribadian antisosial harus ditinjau dari berbagai sudut pandang.Hal ini bisa dimulai dengan mengkaji mereka yang memiliki ciri perilaku antisosial dari populasi para pelaku kriminal. Hasil studi tadi boleh jadi akan membantu memahami ciri klinis dari kepribadian antisosial.

Social Buttons

Colorful Rose